LOGINDi malam hari anniversary hubungan mereka, Gennie mengetahui bahwa tunangannya telah berselingkuh. Gennie tak ragu-ragu untuk memutuskan hubungan dan membatalkan pertunangan, tetapi si brengsek dari keluarga Wang ini begitu tak tahu malu dan bersikeras untuk terus tetap berhubungan dengannya. Gennie yang sedang menjalani masa kabur-kaburan tiba-tiba dibawa pergi putra tertua dari keluarga Wang ke kediamannya. Darrel Wang berkata dengan muka datarnya, "keluarga Wang dan keluargamu pada dasarnya akan tetap menikah, tapi salah satu pihak selingkuh, mau menunda atau bersembunyi tidak ada gunanya, tapi mengganti pengantin pria tidak bermasalah." Gennie yang tidak punya pilihan memutuskan untuk menikah dengan putra tertua keluarga Wang. Darrel Wang berkata dengan nada menenangkan, "kamu tenang saja kita bisa buat kontrak, untuk masalah pernikahan kita ke depannya itu seterah kamu, jika kamu ingin bercerai aku akan setuju." Darrel Wang yang telah menunggu saat-saat ini mengkhianati lisannya, ia perlahan-lahan membuat gadis itu jatuh ke tangannya.
View MoreGennie mengikuti petunjuk dari pesan yang memberitahunya bahwa tunangannya telah selingkuh.
Sebenarnya Gennie tak akan percaya bahwa tunangannya telah selingkuh, mereka telah menjalin hubungan selama 3 tahun jadi ia tak akan percaya semudah itu. Namun, si pengirim pesan sepertinya mengetahui ia tak bisa dikelabui, jadi selain omong kosong yang tak berdasar itu, si pengirim pesan juga mengirimkan berupa foto-foto tunangannya yang telah selingkuh. Fotonya terlihat jelas dan sejujurnya tak bisa disangkal, tetapi Gennie tetap meminta bantuan pada seorang teman untuk menyelidiki keaslian foto. Setelah memastikan bahwa fotonya asli, Gennie yang baru saja menyelesaikan rapat bulanan langsung saja menuju tempat tunangannya berada. Si pengirim pesan ini entah kenapa terasa baik dan aneh secara bersamaan. selain membantunya untuk mengetahui kelakuan tunangannya, ia juga di beritahu bahwa tunangannya saat ini sedang bersama selingkuhannya di apartemen yang biasanya mereka tinggali saat ia libur atau senggang. Sepanjang perjalanan menuju tempat kejadian, tangannya yang berada di atas paha tak bisa berhenti bergetar. Kejadian yang tiba-tiba dan tak terduga ini jelas membuat Gennie terguncang. Mereka telah menjalin hubungan selama 3 tahun, dan dalam waktu kurung tersebut mereka jarang mendapat masalah dan bahkan terlihat mulus dalam menjalin hubungan. Dorn Wang selingkuh dan bahkan mungkin menyimpan wanita lainnya ialah hal yang tak pernah Gennie pikirkan. Sekretarisnya, Mey yang sedang mengemudi terus menerus melirik ke arah Gennie. Sebenarnya untuk aktivitas pribadinya sendiri ia biasanya selalu mandiri, tapi kali ini ia mengajak si Mey, dengan tujuan memanfaatkan keahliannya. Dengan keahlian Mey, perjalanan yang seharusnya memakan waktu setengah jam menjadi hanya 15 menit. Sebelum sekretarisnya memarkirkan mobil dengan benar, Gennie membuka pintu dan melompat turun mengagetkan sekretarisnya. 'Wow, ternyata saat terdesak Nona Gennie bisa melakukan hal itu.' Batin sekretaris Mey. Dan di depan mereka sekarang ialah sebuah pintu apartmen, dengan jari-jarinya yang gemetar Gennie menekan sandi pintu apartmen. 'Klik' bunyi yang biasanya halus entah kenapa menjadi seperti barang pecah ditelinganya. Hal yang dilihatnya lah yang membuat Gennie terpana. Di hadapan mereka ialah Dorn Wang tunangannya dengan seorang wanita asing dipangkuannya, jelas sofa yang mereka duduki memiliki tempat yang luas tapi mereka malah memilih untuk duduk berpangku, sungguh sangat intim. "Ini benar..." Gumam Gennie tak percaya. Dorn Wang awalnya ingin mengumpati orang yang telah mengganggu kesenangannya tapi melihat itu ternyata ialah Gennie, ia terkejut hingga berdiri dan menjatuhkan wanita dipelukannya. "Gennie..." Matanya menunjukkan kepanikan yang sangat jelas. Kedua pasang mata saling melihat, yang satunya terkhianati dan yang satunya lagi tak berdaya dikarenakan kepergok. "Dorn, mari kita putus dan batalkan pertunangan." Putusnya lalu tanpa mendengar jawaban Gennie pergi dengan sekretaris yang membuntutinya. Wajah Dorn Wang langsung berubah menjadi pucat pasi, "Gennie dengarkan aku dulu..." Ucapnya dengan nada gemetar. Melihat tunangannya pergi, Dorn Wang mengejar Gennie melupakan wanita yang masih terduduk di lantai. Wanita yang ditinggalkan masih terduduk di lantai memproses apa yang sedang terjadi. Baru hari pertama ia menjadi pelacur, dan belum sempat ia mendapatkan bayaran, ia sudah mendapat masalah. Sungguh sial! Di depan Gennie berjalan dengan tergesa-gesa seakan tak ingin terkejar. Barulah saat hendak memasuki mobil Dorn Wang berhasil mengejar. "Gennie dengarkan dulu," ucapnya memohon seraya menghalangi Gennie untuk memasuki mobil. Tangan Gennie terkepal keras, menahan emosi. "Mey, urusi dia." "Baik, serahkan padaku!" Mey menjawab dengan antusias. Dengan bantuan sekretarisnya, Gennie berhasil masuk ke mobilnya, menunggu Mey menyelesaikan Dorn Wang dan mengemudi untuk membawanya pulang. Kini, Mey tahu mengapa manajer mengajak ia untuk ikut. Mey, seorang sekretaris yang memiliki latar belakang seni bela diri menghadapi Tuan Muda Kedua keluarga Wang. Sejak Mey melihat perselingkuhannya ia sudah tak sabar ingin menghajar si brengsek ini. "Bu, sudah beres." Hanya membutuhkan waktu sekitar 5 menit untuk Mey menghajar habis si brengsek Wang itu, dan sekarang Mey mengemudi mobil untuk mengantarkan Gennie pulang. Mereka pergi meninggalkan Dorn Wang yang tergeletak di tanah, dengan wajah yang memar tertidur tak berdaya.Dalam kurung waktu 3 hari, Gennie mengalami hari-harinya menjadi lebih sulit. Dimulai tekanan keluarga, hasil kerja yang kurang memuaskan, lalu beberapa mitra yang tiba-tiba saja membatalkan kerjasama.Perusahaan tentu mengalami kerugian, apalagi mereka tidak mendapatkan kompensasi dari para mitra tersebut. Mereka dibodohi dengan dalih bahwa kerjasama belum sampai hingga kedua belah pihak tidak menjalin kontrak.Kegagalan yang terus-menerus ini disadari oleh ayahnya, Hassan mengira keluarga Wang mulai membalaskan dendam, dalam kecemasan ia memojokkan putrinya sendiri.Menuduhnya anak tak berbakti, tak tahu balas budi, dan menyebutnya tak berguna. Saat Hassan rasa sudah puas barulah ia berhenti, sebaliknya ia malah mulai menjilati keluarga Wang.Melihat keadaan yang kacau membuat Gennie tidak bisa berpikir jernih, saat waktu yang ditentukan akan datang ia dengan tergesa-gesa menghubungi Darrel Wang melalui sekertaris Jav.Begitu berhasil membuat janji temu, ia termenung. Hal yang di
"Enak, betul kan?" Suara itu berasal dari belakangnya membuat Gennie berpaling.Seorang pria berkemeja satin hitam polos, matanya tajam berbentuk seperti mata rubah, rambut yang bergaya undercut comb over, bibir berwarna pink pucat, ditambah kulit putih yang hampir mengarah kuning Langsat. Untuk tingginya Gennie menebak pria ini pasti disekitaran 190 cm.Penampilan ini membuatnya terpana, sesaat melupakan untuk menyapa. "Tuan Darrel.""Duduklah, tak perlu se- formal itu."Kembali duduk tatapannya tertuju pada Darrel Wang, "Tuan Darrel, kamu membawaku ke sini. Mohon, untuk apa?""Tak perlu terburu-buru, kuenya sesuai selera mu kan?" Darrel Wang bertanya, senyum tipis tersungging dibibirnya, terlihat menggoda."Koki dari keluarga Wang tentu hebat. Ini enak, saya suka terimakasih."Kata-katanya membuat Darrel Wang agak terdiam, tapi senyum tipis itu tak luntur. "Jika kamu suka itu bagus, bagaimanapun kamu tamuku di sini." Lalu melanjutkan, "mau dibawa pulang?""Tak perlu repot-repot, Tua
Dorn Wang mematuhi perintah kakaknya, ia tak lagi merecoki Gennie hingga Gennie merasa salah satu masalah hidupnya hilang. Kecuali spam pesan dari ayahnya, untuk saat ini Gennie rasa kehidupannya menjadi lebih tenang.Malam hari selepas pulang kerja ia bertemu dengan seorang teman.Dari obrolan singkat, kedua teman lama itu sepakat untuk berbincang ria di Fun Bar. Meskipun masih satu kontak mereka sudah tak bertemu selama hampir setengah tahun.Mereka tidak memesan ruangan pribadi, melainkan duduk di tempat yang umum, ikut arus dalam kebisingan bar."Bagaimana kabarmu akhir-akhir ini?" Tanya agak keras Tamma seraya meminum anggurnya."Lumayan.""Apanya yang lumayan? Jangan-jangan kamu sudah putus dengannya?" Mengingat saat menyelidiki poto, Tamma bertanya dengan satu alis yang ia naikkan."Kami sudah putus." Jawabannya seraya menyesap jus melon.Terkekeh, selera temannya benar-benar tidak berubah. "Jika hanya untuk minum jus melon, kenapa perlu ke Bar segala? Gak bisa ke coffee shop?"
Di akhir pekan Gennie memanfaatkan waktunya dengan bermalas-malasan, ia diam tidak bergerak di tempat tidur.Tidak ada rasa jenuh dari dirinya saat ia melakukan hal ini.Sore harinya, Gennie bergerak mempersiapkan diri untuk makan malam bersama ibunya.Mengenakan pakaian kasual yang nyaman, ia mengendarai mobilnya, Gennie berangkat menuju restoran yang telah disepakati ibunya.Setibanya di sana Gennie langsung disambut oleh seorang pelayan, mengantarkannya pada ruang VIP. Mengamati sekitar, Gennie menahan perasaan aneh, dan benar saja saat pintu ruang VIP terbuka yang terlihat ialah Dorn Wang bukan ibunya.Menahan rasa kesal yang akan memuncak Gennie ingin berbalik tapi segera ditahan oleh Dorn Wang."Gennie... Mamamu gak kasih tahu?" Tanyanya dengan ragu."Mamaku?" Kata Gennie dengan heran, lalu mengecek ponsel yang ternyata ada pesan baru dari ibunya.Mama : [Gennie maaf bukannya mama mau berbohong tapi setiap hubungan pasti ada saja masalah, jadi kamu selesaikan baik-baik dengan Do












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.