Pukul delapan malam, Marissa masih ada di ruang perawatan seorang diri, karena Danendra pergi ke luar untuk membeli makanan. Saat ini, Michael pun sudah sadar dan sudah bisa bercerita. "Ma! Apa Mama tahu, sekarang aku punya panggilan baru, loh!" ucap Michael dengan lemah. Di tangannya masih ada jarum infus, tapi ia ingin bercerita banyak hal pada ibunya. "Panggilan baru? Apa itu?" tanya Marissa sambil mengelus keningnya yang masih terasa hangat. Marissa pun duduk di samping Michael. "Adik! Panggilan baruku Adik! Kata Nenek, aku lahir paling terakhir, jadi panggilannya harus Adik! Kalau Izela, dia lahir pertama, jadi panggilannya Kakak!" jelas Michael dengan raut wajah yang terlihat sangat bahagia. Michael sangat bahagia punya saudara kembar dan punya keluarga yang lengkap. Sekarang, dirinya sudah sama seperti anak-anak yang lain, punya ayah, punya ibu, kakak, nenek, dan bahkan paman. Semua itu benar-benar membuatnya bahagia. "Apa kau suka dengan panggilan itu?" tanya Mari
Baca selengkapnya