Tanpa memperbaiki panggilannya, Fanny bertanya lagi, "Ada apa Tante memanggil saya?" "Cihhh!" Ambar mencibir dalam hati, 'Wanita miskin ini sungguh tidak tahu mau! Jangan panggil Tante, eh, tetap saja memanggilku seperti itu!' "Ehem ...." Ambar pun berdehem, membenarkan tenggorokannya yang terasa tidak nyaman. Tanpa basa-basi lagi, Ambar segera berkata, "Aku dengar, kau dekat dengan putraku! Aku juga dengar, dulu tersebar video panasmu bersama sorang pria! Emmm, apa kau tidak malu, punya riwayat buruk seperti itu, tapi masih berani mendekati putraku?" Ucapannya itu benar-benar membuat Fanny terkejut. Dikira mau menanyakan tentang Marissa, tahunya membicarakan hubungannya dengan Wilyam. "Oh, ya! Ternyata, Anda sudah tahu banyak kentang saya, hihi!" canda Fanny sambil menutup mulutnya yang sedang tertawa pelan. Ia menunduk, lalu melihat Ambar tanpa rasa takut sedikitpun. Jiwa liarnya benar-benar bisa membentengi diri dari hinaan orang-orang kaya seperti Ambar. "Tentu s
더 보기