“Baik, kamu boleh menduduki posisi itu. Direktur Operasional.”Adelio Januartha Dirgantara menatap lurus ke arah adiknya, Nico.Dia memperhatikan dengan rasa muak yang tertahan bagaimana salah satu kaki Nico yang ditopang di atas lutut itu bergerak-gerak secara tak sopan, seolah-olah dia sedang berada di bar, bukan di kantor pusat salah satu korporasi terbesar di Jakarta.Nico mulai menyunggingkan senyum tipis yang tampak penuh kemenangan.“Hah, mudah saja pekerjaan itu. Terus, di mana ruanganku? Panggilkan orang kepercayaanmu itu buat mengantarku ke sana,” celetuk Nico seenak jidat, merujuk pada Haris.“Kamu tidak bisa mengganggunya. Dia sedang sibuk,” balas Adelio dengan suara tegas yang tidak menerima bantahan.Adelio lalu menekan tombol interkom di mejanya. “Kirimkan staf sekretariat ke ruanganku sekarang.”Tak berapa lama, sosok wanita mengetuk pintu dan masuk usai diizinkan.Nico, yang memang memiliki mata jelalatan dan selera rendah terhadap profesionalisme, lantas langsung men
Last Updated : 2026-03-06 Read more