“Agak demam sedikit, sih. Anda kecapekan, ya?”Laura menurunkan tangannya dan menatap Adelio, sedikit cemas.Wajah Adelio tampak kaku. Dia hanya menggeleng, lalu mengalihkan pandangannya ke objek lain di luar jendela.Laura melipat bibirnya. Entah kenapa dua hari ini dia melihat Adelio menjadi sosok yang berbeda.Lebih rapuh. Lebih manusiawi. Dan, parahnya, lebih menarik dibanding sebelumnya.Laura jadi semakin bersemangat untuk mendekati Adelio.Dia menangkap adanya peluang karena nyatanya Adelio bukanlah dewa atau maha dewa yang sulit ditaklukkan.Toh, batu pun bakal terkikis kalau terkena hujan setiap hari, kan?Dan, Laura berjanji. Jika dia bersama Adelio nanti, dia ingin memberi warna pada hidup pria itu yang monokrom, kaku, dan terkesan membosankan ini.“Oh, iya!” Dia tiba-tiba teringat sesuatu, lantas segera mengambil benda itu dari dalam tas belanjanya.“Ini, Anda minum teh hangat dulu,
Last Updated : 2026-03-18 Read more