"Ahh .... Mas Ilham. Terus ...."Langkah Aina Maharani terhenti seketika. Tubuhnya meremang, darahnya berdesir hebat saat mendengar suara desahan wanita yang begitu asing dari arah kamar utamanya.Dengan tungkai gemetar, Aina memaksa kakinya melangkah mendekat. Pintu kamar itu tidak terkunci, sedikit terbuka, seolah sengaja membiarkan suara-suara dosa di dalamnya terdengar keluar.Aina mendorong pintu itu perlahan. Dan detik berikutnya, dunianya runtuh.Di atas ranjang pernikahan mereka, suaminya—Ilham—sedang menyatukan tubuh dengan seorang wanita tanpa sehelai benang pun. Mereka begitu larut dalam gairah, mengabaikan keberadaan Aina yang kini berdiri mematung dengan napas tercekat. Kantong belanja di tangan Aina terjatuh, menimbulkan suara gaduh yang akhirnya membuat Ilham menoleh.Pria berkacamata itu berhenti sejenak, menatap Aina dengan pandangan kosong tanpa rasa bersalah."Oh, kamu sudah pulang?" tanyanya datar, seolah Aina hanyalah tamu tak diundang.Tangan Aina mengepal hingga
Last Updated : 2025-12-01 Read more