Dua hari penuh sejak malam pertama yang gagal itu, badan Nayaka rasanya tidak karuan. Kepalanya pening, tenggorokannya kering, dan yang paling parah, sekujur tubuhnya terasa ngilu seolah sedang diserang flu berat. Namun, Nayaka tahu ini bukan virus influenza. Ini adalah reaksi tubuhnya yang melakukan protes keras karena hasrat yang tertahan di ubun-ubun.Melihat Kavita yang mondar-mandir di kamar dengan pakaian santai sambil mengecek koper, benar-benar membuat meriang Nayaka semakin menjadi."Naka, kamu beneran nggak apa-apa?" Kavita mendekat, menempelkan punggung tangannya ke dahi Nayaka saat pria itu sedang terduduk lemas di pinggir tempat tidur sambil memakai kaus kaki. "Badan kamu panas banget lho ini. Apa kita tunda aja perginya?"Nayaka memejamkan mata, menghela napas berat. Sentuhan tangan Kavita yang dingin terasa seperti oase, tapi di saat yang sama justru memicu gejolak yang lebih hebat di bawah sana."Nggak usah, Ta. Cuma kurang tidur aja," jawab Nayaka dengan suara yan
Read more