로그인Tiga tahun pernikahan tidak pernah mengubah apa pun bagi Jeandra. Lelaki itu tetap dingin dan tidak mencintai istrinya. Ia menganggap Zelena sebagai perempuan licik yang mau dinikahkan dengannya hanya karena uang dan harta. Namun bagi Zelena, tiga tahun itu adalah perjuangan. Tiga tahun belajar menahan luka dan mencintai tanpa pernah dicintai kembali. Perhatian dan cinta yang ia berikan selalu dianggap sebagai manipulasi. Zelena terus bertahan, sampai suatu hari sebuah kejadian membuka matanya bahwa selama ini ia mencintai orang yang salah. Dan di tahun ketiga pernikahan, ia memutuskan untuk pergi. Bukan karena ia tidak lagi mencintai Jeandra, tetapi karena ia mulai mencintai dirinya sendiri. IG Author:distrakzii
더 보기Pesta pernikahan sepasang sejoli itu akhirnya terselenggara juga dan digelar dengan kemegahan yang sanggup menyilaukan mata siapa pun yang hadir. Diadakan di ballroom salah satu hotel bintang lima, ribuan tamu undangan datang memberikan selamat atas bersatunya dua keluarga pengusaha ternama.Di pelaminan, Zivanya tampak begitu memesona dalam balutan gaun pengantin berwarna putih tulang dengan model simpel namun elegan, sesuai dengan kepribadiannya. Ia tidak suka yang heboh dan berlebihan. Senyumnya tidak pernah luntur. Binar kebahagiaan terpancar di parasnya yang manis. Sementara itu, di sampingnya, Ariyan berdiri dengan gagah dalam jas pengantin berwarna senada. Ia tersenyum, menyalami tamu, dan sesekali menggenggam tangan Zivanya. Namun, bagi mata yang jeli, senyum lelaki itu tidak pernah benar-benar sampai ke matanya yang gelisah.Zelena berdiri di sudut area VIP bersama Jeandra. Matanya tak lepas menatap sang putra yang telah resmi menjadi suami orang.Sambil memerhatikan Ariya
Dengan langkah yang terasa berat, Ariyan berjalan menuju kamar utama. Ia sempat berhenti di depan pintu, menarik napas panjang untuk menetralkan sesak yang menghimpit dada sebelum akhirnya mengetuk pelan. Tidak ada jawaban atau sahutan. Akhirnya walaupun tidak diizinkan Ariyan tetap membuka pintu. Kamar itu redup. Hanya cahaya biru dari panel kontrol suhu di dinding yang berpendar pelan. Zelena berbaring miring, menatap kosong ke arah jendela besar. Ariyan melangkah mendekat, lalu berlutut di samping tempat tidur ibunya. "Ma,” panggil Ariyan. Ia mengambil tangan Zelena yang terasa dingin dan menggenggamnya erat. "Aku minta maaf. Maafin aku karena sudah jadi anak yang nggak tahu diri. Maafin aku karena mengecewakan Mama dan bikin Mama sakit.” Zelena memutar tubuh, menatap putra tunggalnya dengan sorot yang masih menyimpan kekecewaan. Ada luka yang begitu dalam di sana, namun juga ada cinta yang tak terbatas. "Mama nggak butuh maafmu, Ari. Mama cuma butuh kamu kembali menjadi ana
Zivanya sedang mengetik di kamar ketika pintu kamarnya diketuk yang diikuti oleh suara Seruni. “Ziva, udah tidur?” Tanpa beranjak dari tempatnya Zivanya menoleh ke arah pintu dan menjawab, “Belum, Mi. Masuk aja, pintunya nggak dikunci.” Pintu berwarna coklat itu terbuka perlahan. Tak hanya Seruni, ternyata Abi juga mengekor di belakang istrinya. Pemandangan ini cukup tidak biasa bagi Zivanya. Biasanya, jika hanya sekadar ingin mengecek keadaannya, cukup maminya saja yang datang. Kehadiran papinya menandakan ada sesuatu yang cukup penting untuk dibicarakan. ”Lagi ngerjain tesis?” Abi bertanya sembari melangkah mendekat. Ia menarik sebuah kursi kecil di sudut kamar ke dekat Zivanya dan duduk di sana. Sementara Seruni memilih duduk di tepi tempat tidur Zivanya yang rapi. Zivanya memutar kursinya, menghadap penuh kepada kedua orang tuanya. Ia tersenyum tipis. "Iya nih, Pi. Bab tiga tesis aku bagian analisis data ternyata lebih rumit dari yang aku bayangkan. Ada beberapa variabel y
Bagi Ariyan, menikahi Zivanya adalah hal yang tidak mungkin ia lakukan. Ia tidak mencintai gadis itu. Dan tidak akan pernah bisa.“Pa, kenapa harus menikah sekarang? Ziva masih kuliah, Pa. Dia lagi sibuk tesis. Biar dia fokus dulu.” Ariyan mencoba mencari alasan yang sekiranya logis demi menunda permintaan Jeandra.“Kuliah bisa diselesaikan sambil menikah. Dan soal tesis, bukannya malah bagus? Kamu bisa membantu dia, memfasilitasinya, kasih dia semangat,” jawab Jeandra tidak memberi celah.“Tapi aku nggak cinta sama dia, Pa!”“Nggak cinta? Buktinya kalian bertahan sampai sekarang. Sepuluh tahun Papa rasa bukan waktu yang sebentar. Zivanya adalah gadis yang baik, pintar, sopan dan yang Papa lihat dia sangat sayang sama kamu. Setelah menikah nanti kalian bisa mengenal lebih dekat lagi. Kadang hubungan fisik bisa mempererat ikatan emosional.”“Kalau aku tetap menolak?” tantang Ariyan.Jeandra tidak langsung menjawab. Ia menatap putranya itu lekat-l












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
리뷰더 하기