LOGINTiga tahun pernikahan tidak pernah mengubah apa pun bagi Jeandra. Lelaki itu tetap dingin dan tidak mencintai istrinya. Ia menganggap Zelena sebagai perempuan licik yang mau dinikahkan dengannya hanya karena uang dan harta. Namun bagi Zelena, tiga tahun itu adalah perjuangan. Tiga tahun belajar menahan luka dan mencintai tanpa pernah dicintai kembali. Perhatian dan cinta yang ia berikan selalu dianggap sebagai manipulasi. Zelena terus bertahan, sampai suatu hari sebuah kejadian membuka matanya bahwa selama ini ia mencintai orang yang salah. Dan di tahun ketiga pernikahan, ia memutuskan untuk pergi. Bukan karena ia tidak lagi mencintai Jeandra, tetapi karena ia mulai mencintai dirinya sendiri. IG Author:distrakzii
View More"Ariyan..." Akhirnya ada suara yang lolos dari mulut Aira setelah berdetik-detik terpesona oleh pemuda itu. Tanpa lagi menunggu, ia langsung memeluk Ariyan guna melampiaskan kerinduan selama empat tahun ini. Ia menghirup dalam-dalam aroma tubuh Ariyan yang maskulin dan entah mengapa terasa dewasa."Nakal ya kamu. Kamu tumbuh seganteng ini maksudnya apa coba? Kamu mau bikin Kakak gila ya?"Ariyan tidak menyangka akan mendapat reaksi seagresif ini. Senyum tipisnya berubah menjadi tatapan penuh goda. Ia menunduk, membalas tatapan Aira. "Kenapa? Kakak takut jatuh cinta sama adik sendiri?" tantangnya yang membuat Aira tertawa.“Hei, hei, ngomong apa sih kalian? Becandanya nggak lucu,” ujar Zelena yang ketar-ketir lalu segera menarik tangan Aira. “Kak, toiletnya mana? Temenin Mama. Udah kebelet banget.”Zelena terpaksa pura-pura sakit perut agar keduanya tidak berpelukan terlalu lama. *Selama makan malam di restoran mewah, Aira tidak lagi bersikap sebagai kakak yang pengemong. Ia du
Setibanya di Indonesia Ariyan langsung jatuh sakit. Sebenarnya sejak di pesawat dalam kepulangan ke Indonesia badan Ariyan sudah mulai panas. Zelena meminta Seruni membawa Zivanya ke rumah, tapi tidak berefek apa-apa. Tidak seperti dulu. Seolah ‘kesaktian’ anak itu sudah hilang. Saat diberi obat juga tidak mempan. Panasnya Ariyan kali ini mengingatkan Zelena pada sesuatu. Biasanya saat Jeandra pergi ke luar kota atau luar negeri lebih dari dua hari, maka Ariyan akan demam. Begitulah saking kuatnya ikatan ayah dan anak itu. Dan Zivanya tidak bisa menjadi obat. Obatnya hanya Jeandra. Rosalia mengatakan jika sakitnya Ariyan karena berpisah dengan papanya, maka coba pakaian baju Jeandra. Ajaib, begitu baju milik Jeandra yang masih tercium aromanya badannya dipakaikan pada Ariyan, anak itu berangsur sehat. Tapi Zelena tidak mungkin memakaikan baju Aira kali ini. Zelena takut menerima kenyataan bahwa sakitnya Ariyan adalah karena berpisah dengan Aira. Memasuki hari ketiga, suhu tubuh A
Sejak keputusan malam itu, Aira menghabiskan hari-harinya dengan jadwal yang disusun Zelena.Zelena memastikan tidak ada celah bagi Aira untuk terus menempel pada Ariyan. Pagi hingga sore Aira di sekolah, dan malamnya ia harus mengikuti kursus intensif bahasa Inggris dan bahasa Portugis dengan hari yang diselang-seling.Aira belajar dengan penuh semangat. Apalagi Zelena terus memotivasinya. Karena jadwalnya yang padat, Aira tidak punya waktu untuk bermain lebih sering dengan Ariyan.Hari yang dinanti akhirnya tiba. Setelah kelulusannya, Jeandra dan Zelena memutuskan untuk mengantar langsung Aira ke Sao Paulo, Brazil, dan memastikan putri mereka menetap dengan baik di asrama Faculdade Santa Marcelina. Dulu, Zelena memberi pilihan pada Aira antara Brazil atau Argentina. Aira memilih Brazil. Alih-alih akan protes karena dikuliahkan sejauh itu, Aira malah senang. Saat itu gadis bertubuh mungil tersebut mengatakan, “Kalau London, Paris, atau New York, kan, udah mainstream, Ma. Aku mau
Malam itu Zelena mendatangi kamar Aira. Ia menemukan Aira sedang merapikan buku-buku pelajarannya.Zelena duduk di tepi ranjang, menepuk tempat di sampingnya. "Kak, sini sebentar. Mama mau bicara."Aira mendekat lalu duduk di samping Zelena. Keheningan menyelimuti mereka selama hitungan detik sebelum Zelena memulai pembicaraan."Kakak sudah kelas XI sekarang, sebentar lagi kelas XII. Pasti di sekolah banyak teman-teman yang dekat sama Kakak, kan?" Zelena bertanya dengan lembut, mencoba memancing sang putri. "Kakak... sudah punya pacar? Atau mungkin ada teman laki-laki yang lagi dekat?"Aira tersentak. Ia menggeleng cepat dengan wajah merah padam. "Nggak ada, Ma. Aku nggak kepikiran buat pacaran. Aku mau fokus belajar aja supaya nggak ngecewain Mama sama Papa."Zelena tersenyum tipis. Ia mengusap bahu Aira. Ada rasa lega, tapi juga kekhawatiran yang tersisa. "Mama tanya begini bukan mau melarang, Kak. Kakak boleh kok punya pacar. Mama mau Kakak punya dunia yang luas. Kakak itu ca
“Pulang yuk,” ajak Jeandra setelah cukup lama mereka termangu dalam keterdiaman. Jeandra mengambil tas Zelena, memasukkan beberapa barang kecil ke dalamnya, yang menunjukkan betapa tidak sabar dirinya ingin pergi dari sana. “Kita mampir ke butik dulu ya, yang dekat daycare. Sekalian jemput Aira,”
Zelena menatap set lingerie hitam itu. Meskipun ia harus mengakui selera Laras memang berkelas, ada bagian dari dirinya yang merasa sedikit terinvasi karena Laras begitu vokal soal selera pribadi Jeandra."Ras, setahu saya gerai seperti ini tidak membolehkan lingerie dicoba," ujar Zelena sambil me
Setelah usahanya meluluhkan Zelena di depan pintu apartemen tidak berhasil, Jeandra tidak lantas menyerah. Namun, ia sadar posisinya sudah mati kutu. Jika ia terus memaksa di sana, Zelena akan semakin membencinya. Hanya ada satu orang yang bisa membantunya, satu-satunya sosok yang suaranya mungkin
"Nggak mengganggu, Pak Jeandra. Kami baru selesai bicara sama Mama," ujar Nayaka dengan penekanan pada kata 'Mama', seolah ingin mengingatkan Jeandra bahwa ada ikatan keluarga yang tidak dimiliki Jeandra di sana. “Mama?” ulang Jeandra. Tentu saja Jeandra heran. Entah mama mana yang dimaksud. Ib












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviewsMore