“Kamu sadar?” Brianna bangun dari duduknya, dengan cepat menekan tombol panggil perawat. Saat mereka datang mengekor di belakang dokter, Leon sama sekali tak mau melepasnya. Sepanjang pemeriksaan, Leon tak henti memandanginya. Hanya beberapa menit berpaling ketika Dokter mengatakan, “Kami akan terus memantau Pak Leon. Untuk saat ini, semuanya dalam keadaan yang baik. Jadwal pengobatan akan kami sampaikan besok, Nona Brianna.” “Terima kasih, Dokter.” Brianna menunduk, berterima kasih. Mereka meninggalkan ruangan dan menyisakan keheningan hingga beberapa saat. “Terima kasih,” ucap Brianna, kali ini ditujukan untuk Leon. Ia kembali duduk dan membalas genggaman tangannya yang jauh lebih hangat. “Untuk apa?” “Untuk sudah bangun, untuk sudah menjadi pendonor Eva, untuk semuanya.” “Menjadi pendonor Eva adalah hal yang wajib aku lakukan karena dia adalah anakku, Brie ....” ‘Syukurlah ...,’ dalam hati Brianna berulang kali mengatakannya. Akhirnya ia bisa mendengar suara Leon lagi sete
Zuletzt aktualisiert : 2026-02-03 Mehr lesen