Meremang sekujur badan Leon, tengkuknya berat, terpasak oleh besi yang tak kasat mata. Ia tidak bergerak, pun untuk bicara menanggapi kalimat Ricky.Dunianya menggelap dalam sesaat.“Kemarin saya meminta teman saya untuk memastikan alamat rumah orang tuanya Brianna. Pagi ini dia mengabari kalau rumah itu tidak terlihat ada orangnya.”Leon perlahan menoleh, mata birunya bersirobok dengan Ricky yang kemudian menunduk.“Kamu yakin temanmu itu tidak salah lihat?” tanyanya, menggertakkan rahang.“Iya, Pak Leon.”Leon linglung, matanya mendadak kehilangan tujuan padahal beberapa detik yang lalu Ricky masih menjumpai seberkas hidup di dalamnya.Kabar yang dibawanya telah menjadi duri, menusuk dan membunuhnya dari dalam.Leon menyibakkan rambut hitamnya ke belakang. Dengan mata yang terpejam kemudian ia menggeleng, “Sampai aku melihatnya sendiri, aku anggap itu tidak benar, Rick.”Pagi itu, rencana ke Berlin benar terlaksana. Bersama dengan Katie, mereka melewati puluhan kilometer, bertemu ba
Last Updated : 2026-01-27 Read more