“Laki ... laki?”Katie mengangguk, membenarkan Brianna yang rahangnya menegang.Brianna mendorong napas, menyentuh garis dagunya yang terasa nyeri. Baru saja ia lakukan itu, mendadak tangannya ditarik oleh Katie.Brianna nyaris kehilangan keseimbangan saat temannya itu menatap cincin yang ada di jari manisnya dengan kedua mata yang melebar.“Woah … ini cantik sekali, Brie,” pujinya.“Benarkah?”Katie mengangguk, “Iya. Harganya pasti mahal. Di mana kamu membelinya?”Brianna mengerjap beberapa kali, menyusun kalimat kebohongan untuk menutupi kebenaran dari siapa cincin itu berasal.“A-akan aku antar kamu tempatnya nanti kalau mau beli.”“Hm … mungkin aku baru bisa membelinya setelah karirku berjalan sepanjang karirmu, Brie.”Brianna tertawa, mencubit pipinya.“Kalau begitu ayo kita bekerja lebih keras. Aku ada project baru dengan RNE.”“Serius?”Brianna mengangguk, “Iya.”“Project apa?”“Nanti kita baca, sekarang makan dulu bagaimana?”Katie mendengus, tak bersemangat, “Aku penasaran de
最終更新日 : 2026-01-08 続きを読む