“Oukh, sshh, oukh, sekarang saja, ayolah,” Suxuan merengek seraya memeluk tengkuk Wuhan di antara kedua pahanya.Wuhan sudah tidak sabar, dia langsung berdiri lalu mendorong batangnya yang mengeras ke dalam lubang vaginanya. “Aku senang kamu tidak menolakku,” bisik Wuhan di telinga Suxuan. Wuhan mulai menghentak-hentakkan pinggangnya ke depan, memukul dengan sangat cepat. Suxuan mengangkang sambil meremas bantal di kedua sisi kepalanya. Wajahnya memerah dan terlihat menikmati gesekan batang Wuhan pada lubang sempitnya. Baru permulaan, dalam beberapa menit saja Wuhan sudah tidak bisa bertahan.“Ssshh, Suxuan, oukh aku sudah ingin keluar, okh, okh, aku tidak tahan sayang! Aakkhhh!” cairannya tumpah di dalam lubang intim Suxuan.Suxuan dengan napas terengah-engah menatap wajah Wuhan yang kini berada tepat di atas wajahnya. Wuhan menyentuh buah dadanya lalu meremasnya sambil menatapnya dengan penuh penyesalan.“Maafkan aku, aku akan memuaskanmu lagi, nanti
Read more