“Nggak dipaksa kok, Mi. Ini biar Haisa tahu kalau sedang di sini dia mainnya sama Mami, kalau di sana ya sama Nenek Wati dan kakek,” ucap Haris mencoba menengahi.“Ya, Mami tidak apa-apa, Haris. Dan selama ini kan Haisa memang lebih dekat kepada Wati.”“Kalau dibilang lebih dekat itu sudah pasti, Mi. Karena sejak dalam kandungan Bu Wati-lah yang selalu memperhatikan Selena. Ketika itu Selena bekerja, Haisa seharian bersama Bu Wati,” jawab Haris.“Makanya wajar kalau dia mencari Bu Wati, apalagi Mami kan tidak punya anak, jadi Mami tidak tahu cara bermain dengan anak-anak,” sahut Bu Rita cepat.Bu Rita terlalu mengambil hati dengan apa yang dikatakan oleh Haisa, padahal Haisa hanyalah seorang anak kecil yang belum mengerti apa-apa dan dia hanya mengungkapkan perasaannya.“Sudahlah, ayo kita sarapan,” ucap Haris.“Mami sudah bertemu dengan Pak Yusuf. Katanya, apapun hasil nanti di rumah sakit, jangan sampai dibesar-besarkan, mau itu anak Haris atau bukan. Dan cukup hanya kita saja yang
Terakhir Diperbarui : 2026-04-28 Baca selengkapnya