“Ah iya, Haisa, kakek percaya,” ucap Pak Herman gugup.“Tanya aja dulu sama nenek kalau tidak percaya,” jawab Haisa.Haisa masih memaksa Pak Herman untuk bicara dengan Bu Rita. Dasar anak kecil, dia tidak mengerti apa-apa.“Kakek percaya, Haisa, percaya.”Selena menyadari hal itu dan langsung mendekati Haisa, mengarahkan kamera itu kepadanya sambil tersenyum ke sang ayah mertua.Sedangkan Bu Rita tampak terdiam dan menunduk. Jantungnya berdegup kencang, ada perasaan yang sulit diucapkan.Ternyata setelah berpisah, Pak Herman benar-benar telah menemukan dunianya, dan Pak Herman terlihat lebih segar dan bahagia.“Oh, Papi dan Ibu apa kabar di sana?” tanya Selena, mengalihkan pembicaraan.“Baik. Tuh Ibu lagi masak, sibuk banget dari pagi,” jawab Pak Herman sambil menunjukkan Bu Wati yang sedang sibuk memasak di dapur.“Mau buat apa?” tanya Selena.“Mau ada arisan kompleks. Kebetulan kan Ibu ikut, dan besok acaranya di rumah,” jawab Bu Wati, menoleh ke arah kamera sambil tertawa.“Aduh, a
Terakhir Diperbarui : 2026-04-26 Baca selengkapnya