“Terima kasih,” ucap Selena sambil menerima tawaran tisu dari lelaki itu.“Sama-sama.”Lelaki muda itu duduk di sebelah Selena, beberapa kali dia tampak mencuri pandang ke arah Selena yang masih saja terus menangis.Burung besi itu bergerak perlahan, lalu kian menanjak, memisahkan diri dari bumi. Hingga akhirnya dia benar-benar mengudara, meninggalkan segala kenangan yang tertinggal di bawah sana.Termasuk Selena.Dia menatap keluar jendela, memandang ke bawah. Atap-atap bangunan tampak rapat, berhimpitan, seolah saling menekan satu sama lain. Selena tahu, di antara hamparan itu, ada satu bangunan yang menyimpan Haris. Lelaki yang mungkin… atau sudah… mengucapkan janji suci pernikahannya dengan Lia.Dadanya terasa sesak.Perlahan, pemandangan itu memudar. Atap-atap, sungai yang berkelok, juga laut biru yang sempat membentang luas di bawahnya, satu per satu lenyap. Semua digantikan oleh awan tebal sejauh mata memandang.Selena kini benar-benar berada di atas.Dia memejamkan mata, menye
Última actualización : 2026-01-14 Leer más