“Eh, bukankah ini sekretaris kamu, Sayang. Siapa? Selena, kan?” tanya Lia menatap Selena, seolah dia tidak mengenal Selena.Pandangannya kepada Selena penuh dengan senyum kemenangan, padahal biasanya kalau bertemu di kantor selalu menunjukkan wajah permusuhannya.Haris langsung menepis tangan Lia, namun wanita itu pura-pura tidak tahu. Dia semakin erat memegang tangan Haris.“Halo, Pak Haris, Bu Lia,” sapa Selena dengan tenang.“Bagaimana kalau kamu bantu kamu carikan cincin pernikahan? Kami gak pandai memilih.”“Maaf, Bu. Kami sudah memesan taksi untuk pulang. Kami sudah selesai,” jawab Febi dengan cepat.“Sebentar saja.”“Kalau kamu tidak bisa memilih, lebih baik tidak usah beli. Kenapa harus merepotkan Selena, mereka sudah mau pulang,” ujar Haris yang membuat wajah Lia menjadi masam.Haris melepaskan tangan Lia, pandangan matanya bertemu dengan selena. Namun, selena dengan cepat mengalihkan pandangannya.“Kami permisi, Pak, Bu,” ucap Selena menunduk dan segera berjalan yang diikuti
Última actualización : 2026-01-12 Leer más