Sienna Halim POV/Prok! Prok! Prok!/Kemarahanku surut berkat keributan yang menyita perhatian. Detik berikutnya, giliran tim Jonathan yang mencetak angka. Kupilih bergeser sedikit dari kursi yang diduduki cewek itu. Apapun yang dia coba provokasi nanti, aku tidak ingin bersinggungan dengannya. Meski, salty kuakui. Aku tidak tau ada cewek sepertinya, yang selama ini dekat dengan Samuel. Laki-laki, bukannya senang dengan cewek semok? Kalau perempuan se-seksi ini yang naksir dia, kenapa Samuel justru mendekatiku?Heningku pecah dari kedatangan Raya. Dia yang memanggilku langsung membangkitkan memori. Sebelum kami berpisah tadi, sempat kumintai tolong padanya, untuk mengambil ponselku yang tertinggal di dalam locker. Hebat sekali Raya, bisa menemukanku di sini. Mungkin akan kutraktir dia dinner, nanti.“Psstt. Sie.” Raya dengan terengah-engahnya, melipir ke bangku penonton, mengundang telingaku dengan kibas-kibas tangannya. “Sini, aku mau berbisik. Di locker-mu tadi—ugh, kau sedang dape
Última atualização : 2026-02-03 Ler mais