Samuel Yudhistira POVBahkan ajal pun, tak pernah mengemudi secepat ini.Setir mobil bergetar di tanganku—atau, tanganku yang bergetar.Jantungku sesempit diseret, seperti pada kecepatan tak manusiawi kendaraan ini. Terikat pada bumper, terseret pada aspal, kubayangkan diriku sendiri berkali-kali, dalam lumurah darah,Calon bayiku yang hendak diaborsi ibunya sendiri.“Jesus’s sake—Sam! Lo mau bunuh gue apa gimana!?” suara Julius meledak pecah di samping telingaku.[Lokasi Rumah Sakit ditemukan. Sebelah barat pantai. Target, cocok. Identitas, cocok. Indikasi, prosedur aborsi. Time, sepuluh menit setelah nomor antrean dipanggil]Panjangnya pesan singkat terakhir bodyguard Ganta melekat terus di ujung mataku. Aku bersumpah dalam seumur hidup, belum pernah sebuah pesan membuat duniaku seketika runtuh.“Paham, paham! Lo lagi buru-buru, oke. Makanya gue yang nyetir! Lo mau ambil Sienna Harim—siapalah itu, kalau Lo mati di sini juga percuma! Buruan, minggir!” Sepupuku memberontak. Mobil yang
Last Updated : 2026-03-09 Read more