Share

Chapter 38

last update Tanggal publikasi: 2026-02-08 21:22:04

Sienna Halim POV

/SLAP!/

Tamparan, seharusnya berbunyi keras.

Tetapi, lantangnya, terputus pada gendang telinga.

Hening jatuh pada tengkuk yang menegang—tidak ingat otakku setuju untuk melakukan kekerasan. Refleks ototku berbicara sendiri sebagaimana ketidakterimaan pada nyeri di hati. Saksi hidup bagaimana Samuel begitu kurang ajar memperlakukan ayah kandungnya.

Menjalarnya rasa panas ke telapak tangan, baru kusadari sakit yang berdenyut-denyut ini adalah hasil dari lepasnya emosi. Kuturunkan
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Dulu Pembulinya, Kini Wanita Mainannya    Chapter 98

    Ganta Yudhistira POVFerris wheel—oh, salah. Yang tengah berputar-putar dramatis di atas matanya, adalah kepalanya sendiri.Tak satupun bagian dari ruangan mewah itu stay pada tempatnya. Temaram lampu kristai Lunaris Halo Drop bergeser perlahan. Begitu pula tanganya, yang terasa tak bisa diam di suatu tempat.Ganta asing merasakan isi kepalanya sendiri. Gelas terakhir liquor membuat tenggorokan tersayat-sayat. Ia mabuk, kah? Jarang sekali, seorang Ganta bisa kehilangan control kendali diri. Saraf tubuhnya lambat menerima perintah. Ibarat tubuh dan pikirannya terpisah dalam dua ruangan.Raba-raba tangannya mencari sesuatu yang bisa dihubungi. Di bawah telapak, sesuatu berkedut—hangat, lembut, kenyal. Samar, namun bergerak napas. Pria itu masih berada pada badan sofa Meridien Cuir Prestige—seingatnya—dan tak ada seseorang selain dirinya.Kain upholstery mahal berke

  • Dulu Pembulinya, Kini Wanita Mainannya    Chapter 97

    “Ahh—“Pegangannya pada gagang food cart jatuh. Sosok tunggal penghuni Darmont Élite Sovereign Series di tengah ruangan mendadak pingsan, atau mabuk—hidung Angelina nyeri mencium pekatnya aroma liquor dari tubuh pria itu. Tak bermaksud untuk ‘salah sentuh’, Angelina luruskan kedua lengannya ke udara. Gagang telepon di samping meja Noirvante Silk Line Ia raih susah payah.Satu dial tersambung—Ludwig. Sambil mencoba mendorong tubuh berat Ganta kembali bersandar, Angelina panggil cepat sang atasan itu.“Maaf, Pak Ludwig. Ah—ini Angelina. Benar. Maaf, saya rasa ada yang salah dengan penempatan nomor—apa? Tapi, Pak, pemula seperti saya belum diajarkan cara entertaining tamu exclusive. Bukankah seharusnya Madame Emma—““Layani saja, Angel. Lelaki itu sama, beda pekerjaan, pun. Aku dan Pak Ganta itu sama. Pleasure, hm? pleasure. Kamu kerja di sini, paham dengan itu, kan? Enggak perlu didikte lagi

  • Dulu Pembulinya, Kini Wanita Mainannya    Chapter 96

    Scatt—Kristal dari Virelli Obsidian Cut Series memecah serpihan sekujur lantai. Amber dari lampur Bar membuat kilaunya terpantul pada ribuan beling-beling. Tak seharusnya ada di sana, Angelina hanya meretakkan salah satu di antara mereka. Mungkin, karena melakukan kesalahan di hari pertama kerja. Manajer Scoff memarahinya—membanting series gelas-gelas mahal itu, lebih tepatnya—tanpa mendengarkan alasan sang pelayan baru.Angelina sial. Hari pertama kerja, Ia harus jadi pagar ayu pernikahan sang sepupu. Jika boleh memilih, Angelina ingin fokus membantu Sienna, daripada harus kerja—dan dimarahi juga—sebagai pelayan. Nasib kata, uang mengalahkan segalanya. Dan di sinilah Angelina, terpaksa membereskan serpihan gelas kristal dengan tangan polos.Manajer Scoff—harusnya Pak Noel yang meng-assistance hari ini—mendorong bahu Angelina dengan ujung sepatunya. Menendang. Gadis itu sedang sibuk m

  • Dulu Pembulinya, Kini Wanita Mainannya    Chapter 95

    Rapi, tebal, kaku. Karena sang Manajer tidak kunjung memberi tanggapan, Ganta tambahkan lagi segepok lembaran uang dollar—hijau, baru—hingga helainya berjatuhan ke lantai.Pria berjanggut panjang tadi sontak turun tinggi suaranya. Diam. Terang, menyorot Ganta dengan tatapan tak suka.“Siapa kau?” sentaknya, nada marah tak dibuat-buat. Manajer itu cukup berani menantang Ganta kendati dalam sekali lihat pun, siapa saja paham Ganta bukan sembarang ‘pria’.Sang korban—gadis kecil, berwajah kecil, serta bertubuh kecil, serba kecil—tertunduk diam, menyembunyikan bahunya yang gemetaran. Hitam dari leather loafers basah oleh rintik-rintik air matanya. Gadis itu menangis. Reaksi Ganta justru datar, namun anehnya, pria itu tak bisa berhenti memperhatikannya.“Saya lama sekali tidak datang ke sini. Apa SOP kalian sudah berubah?” ucap Ganta. Manajer di depannya seketika naik tensi.“Dul

  • Dulu Pembulinya, Kini Wanita Mainannya    Chapter 94

    Tailored Aurelion Vance Atelier—antik, jatuh sempurna mengikuti postur bahu tegap berusia matang. Pertengahannya terisi kancing tersusun rapi. Berkat sandaran asal, tepi kiri kerah teganya lengser tak beraturan. Pemiliknya sesekali melonggarkan leher dari—tanda, kenyamanan sudah mangkir dari lajur napasnya.Ganta Yudhistira mengetuk-ngetuk dengan ujung jari. Napasnya berhitung, beriringan alur suara ponsel dari panggilan sang anak. Tak mendengarkan, juga tak mengabaikan. Lirik iris tajam matured bersungging pada Velcaro Éternel Chronographe—jamnya—berkilau redup membasmi gelap kota malam. Sebelas tengah malam, mobil mewahnya masih berkeliaran. Belum juga menemukan ketenangan hati yang Ganta hilangkan sejak tadi pagi.“Oke. Terus, kamu maunya gimana?” pelipisnya dipijit kasar. Jika berharap telinganya tuli, maka salah, sebab permintaan tak logis ini datang dari putra semata wayangnya.Berat sal

  • Dulu Pembulinya, Kini Wanita Mainannya    Chapter 93

    Bersama Concertmasterdan Cellos Assistant serentak terhenti di pertengahan nada. Tak ada yang sanggup memulai suara—atau melawannya, tindakan nekat tangan Sienna dalam melecehkan tubuh mempelai prianya.Pertengahan tengkuk tajam Samuel ditarik, ditekan, empat jemari menyusup pada lajur pembuluh darah terbesar. Hampir ingin mencekik. Tenaganya tak membiarkan Samuel bergeser satu mili inch-pun, sela-sela jemari sang mempelai wanita menyusup pada anak-anak rambut basah. Menekan, lagi, ciuman brutal semakin diperdalam.Coryphaeus menyentil ujung pundak anak didiknya yang masih terus juga menggesek busur violin—belum paham cara membaca keadaan. Semua dipaksa berhenti, demi mengimbangi cepatnya gerakan tangan Sienna, dalam menanggalkan per-atribut-an busana atas sang suami.“Hey—stop it!” Samuel mulai marah. Tidak begitu kuat, namun tangan Samuel berhasil menghen

  • Dulu Pembulinya, Kini Wanita Mainannya    Chapter 80

    We can do our wedding in any place—sekonyong-konyong, bagai rem, sebagaimana sebuah kalimat berbandul beban sangat berat, mengalahkan kecepatan gesek ayun kemudi.Tolehnya terporos penuh, tumpah ruah pada pemuda di sisi kiri ayunan. Minus dari ketenangan, tak h

  • Dulu Pembulinya, Kini Wanita Mainannya    Chapter 69

    Julius menutup separuh wajah pucatnya dengan punggung tangan. ‘Fuck. What did you do to this boy? Fucking chris,’ batinnya memburu. Pemuda bertindik itu mengusap punggung lehernya—kikuk bukan main. “Err, Christ ada di dalam, kan? Kau mau masuk? Atau pulang?” tanyanya. Berbasa-basi.

  • Dulu Pembulinya, Kini Wanita Mainannya    Chapter 68

    Buih cairan antiseptic pencuci mulut menyisakan rasa pahit mengigit sampai ke pangkal lidah. Kepalanya terus merunduk di hadapan ember transparan, hingga seluruh cairan itu keluar. Tetes air matanya jatuh tak beraturan. Sambil terbatuk-batuk, Jonathan paksa wajahnya mendongak. “A-A

  • Dulu Pembulinya, Kini Wanita Mainannya    Chapter 67

    Cumbu amatir yang mengantarkan ke sekujur tubuhnya.Bibir basah menempel terlalu lama. Tak hanya pinggangnya—pinggulnya, bergetar sebagaimana dansa di lidah mereka. Detik-detik cumbu mereka menekan terlalu lama, bukan sebab sang pemuda dibanjiri nafsu. Melainkan, Jonathan takut Christine

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status