Claudia duduk di tepi ranjang, lalu menendang-nendang udara dengan kakinya yang jenjang karena kesal."Bukan karena takut ketahuan Mama, tapi karena dia emang pelit dan nggak percaya sama gue. Dia pasti mikir kalau gue tau tempat ini, gue bakal bawa cowok-cowok gue ke sini buat pesta.""Kalau soal itu saya tidak berani berkomentar, Non. Tugas saya cuma jaga rahasia ini. Saya harap Non Claudia juga mau bantu tutup mulut, soalnya kalau Nyonya Alika tahu, saya yang bakal dipecat duluan karena dianggap sekongkol."Claudia menatapku dengan tatapan jahil yang tiba-tiba muncul kembali. Senyum miring terukir di bibirnya yang merah."Gue bisa aja sih tutup mulut, tapi ada syaratnya dong. Nggak ada yang gratis di dunia ini, Raf.""Syaratnya apa, Non? Asal jangan yang aneh-aneh dan membahayakan posisi saya.""Syaratnya gampang. Karena malam ini gue lagi kesel sama Shella, gue mau menguasai tempat ini malam ini. Gue mau tidur di kasur dia, pake baju tidur dia, makan pizza di sofa mahalnya, dan lo
Zuletzt aktualisiert : 2026-01-27 Mehr lesen