“Apasih, kamu ini? Kamu masih mau melawan Mama atau gimana?” Nyonya Alika terus berdebat dengan Claudia.Tapi aku paham, sifat Claudia yang tidak pernah bisa dikondisikan, membuat dirinya jadi agak brutal seperti ini. Lagipula, tugasku hanya mengantar, dan tidak mau tau lagi urusan mereka.“Udah, Mama mau rencanain apa? Bilang jujur aja sama aku. Kenapa Mama tiba-tiba ngotot mau aku ke hotel buat ketemu seseorang? Apa? Mama masih nyembunyiin sesuatu, kan?”Jujur, pertanyaan dari Claudia itu membuatku tersentak.Bagaimana mungkin, orang seperti Claudia bisa mengetahui rencana busuk Mamanya? Lalu, siapa yang benar, apakah Nyonya Alika atau Claudia?Nyonya Alika terlihat panik, tapi dia dengan cepat bisa bersilat lidah. “Intinya, kamu mau kartu kredit itu Mama kasih apa nggak? Kalau mau, turuti aja permintaan Mama, jangan banyak protes!”“Ish, iyaudah, mana kartunya? Awas aja Mama sampai bohong!”Nyonya Alika menyerahkan kartu hitam platinum kepada Claudia dengan tangan yang sedikit kaku
Last Updated : 2026-01-26 Read more