"Gini lho, Mas, gosoknya memutar, jangan lurus-lurus," bisiknya tepat di samping telingaku.Namun, yang membuatku nyaris gila bukan ajarannya, melainkan sensasi di punggungku.Tubuh depan Nona Sora menempel telak di punggungku yang lebar. Karena baby doll-nya yang tipis, aku bisa merasakan dengan sangat jelas tekstur dua gundukan kenyal yang tertekan di otot punggungku, apalagi dua titik itu menyentuh punggung, serasa menggelitik. Titik itu perlahan makin terasa, agak menusuk sedikit, dan juga mengeras.Setiap kali dia menggerakkan tanganku untuk membuat gerakan memutar pada spons, sedangkan ujugnya itu, terasa menusuk kulit punggungku meski terhalang kain seragam tipis."Eungh, Mas Rafli badannya keras banget, enak buat dipeluk, apalagi malam ini dingin banget, mmphh!""Non Sora, Non, alamak Gusti, cepat lepasin, Non!"Otakku sudah blank. Tanganku gemetar hebat memegang spons yang kini meneteskan air sabun ke lantai, seirama dengan keringatku yang menetes.Si Gatot di depan sana suda
ปรับปรุงล่าสุด : 2025-12-10 อ่านเพิ่มเติม