Pak Budi mematikan rokoknya yang masih setengah batang dengan menekannya ke asbak, lalu dia menghela napas panjang dan berat. Dia menatapku lurus-lurus dengan pandangan yang sulit diartikan, sepertinya dia sedang menimbang-nimbang apakah aku bisa dipercaya atau tidak."Bapak udah kenal lama, Raf. Dulu saya yang sering nganter Pak Hermawan ketemuan sama Bu Liora diam-diam sebelum semuanya kacau balau.""Kacau balau gimana maksudnya, Pak? Ceritain dong, saya janji nggak bakal bocorin ke siapa-siapa, apalagi ke Nyonya Alika," desakku sambil memajukan posisi dudukku agar lebih dekat.Pak Budi terdiam cukup lama, matanya menerawang jauh ke arah gerbang rumah yang tertutup rapat."Bu Liora itu wanita baik, Raf, sangat baik dan pintar, tapi nasibnya apes karena jatuh cinta sama orang yang salah di waktu yang salah. Kamu beneran mau tau soal dia? Ini cerita lama yang bahaya kalau diungkit lagi.""Saya mau tau, Pak. Tolong ceritain apa yang Bapak tau tentang Bu Liora Hermawan dan kenapa dia bi
Zuletzt aktualisiert : 2026-01-25 Mehr lesen