"Iya, dia mentor Ibu. Dia yang kasih modal awal waktu Ibu mau buka usaha sendiri. Dia bilang investasi ke orang jujur itu lebih aman daripada investasi saham. Makanya Raf, Ibu selalu pesen sama kamu. Kita boleh miskin, kita boleh dihina orang, tapi integritas itu harga mati. Alika punya segalanya, tapi dia nggak punya kejujuran, makanya hidup dia nggak pernah tenang dikejar-kejar bayangannya sendiri."Aku merenungkan kata-kata Ibu dalam-dalam. Selama ini aku berpikir uang adalah segalanya untuk melawan Alika, tapi ternyata karakterlah fondasi utamanya."Aku bakal inget terus cerita Ibu ini. Ternyata jadi orang bener itu emang susah di awal, tapi manis di akhir ya, Bu."Ibu Liora tersenyum lebar, kali ini senyumnya terlihat lebih lepas tanpa beban. Dia mengelus rambutku yang sedikit kaku karena gel rambut pemberian Bang Tigor."Kamu persis kayak Ayahmu kalau lagi serius dengerin cerita. Matanya bulat antusias kayak anak kecil.""Ah, Ibu bisa aja. Oh ya, masih ada cerita lain nggak, Bu?
Dernière mise à jour : 2026-02-02 Read More