Bagi para kultivator di sekitarnya, ancaman Lia adalah vonis mati mutlak. Menyerang fisik mungkin hanya merusak meridian, tapi menyerang jiwa? Itu adalah jalan pintas menuju kegilaan atau kematian permanen tanpa peluang untuk bereinkarnasi.Namun, di balik ancaman itu, senyuman Alex justru semakin melebar, menjelma menjadi sebuah seringai dingin yang sarat akan cemoohan.'Pertempuran jiwa?' Alex hampir ingin tertawa terbahak-bahak. Jika Lia menyerang fisiknya menggunakan energi spiritual Dewa Awal bintang tiga, Alex mungkin harus sangat serius. Tapi menyerang jiwa? Bukankah ini jauh lebih mudah bagi Alex? Saat ini, fondasi fisik dan energinya mungkin masih dalam proses pemulihan, tetapi kekuatan Jiwa Dewa miliknya hampir pulih sepenuhnya! Jiwa seorang Dewa Sejati, bahkan jika hanya tersisa sepecik, sudah cukup untuk menekan seluruh entitas di bawah ranah Dewa Langit.Lia yang sudah kehilangan sisa kesabarannya tidak membuang waktu lagi. Ia menyilangkan dua jari di depan dadanya, mem
Ler mais