Pria tua itu menyeringai licik, tatapannya penuh dengan superioritas seorang penguasa absolut yang merasa berada di atas angin. Ia menepuk pelan punggung tangan Auriel, yang oleh pria tua itu dinamai Mei... seolah ingin memamerkan kepemilikannya. "Dia jatuh dari celah langit Pegunungan Bunga Abadi setengah tahun yang lalu," ucap sang Leluhur Jomblo Abadi, suaranya bergema penuh keangkuhan. "Tubuhnya saat itu terluka parah, jiwanya terguncang, dan ingatan di kepalanya kosong bersih. Langit sendiri yang menjatuhkannya tepat di wilayahku! Dia adalah hadiah dari takdir untukku dan kini menjadi milikku. Jadi, jika kau mengklaim dia adalah istrimu, buktikan pada hukum langit!" Alex menghentikan langkahnya sejenak. Sorot matanya yang sedingin es tidak goyah sedikit pun, namun perkataan pria tua itu membuka kepingan teka-teki yang selama ini menyiksanya. "Kami terpisah saat perjalanan menuju kearah Dunia Immortal," ujar Alex, suaranya rendah namun bergetar oleh amarah yang tertahan.
Ler mais