"I-Ini benar-benar luar biasa! Sebuah revolusi dalam dunia alkimia!" teriak tetua berambut putih itu lagi, matanya terpaku pada gumpalan 'Api Energi' di tangan Juanyi seolah-olah ia baru saja melihat keajaiban penciptaan dunia. Dua tetua ranah Dewa Awal puncak lainnya yang berdiri di sampingnya tidak lagi mampu mempertahankan ketenangan mereka. Tubuh mereka gemetar hebat, dan aura penekan yang semula mereka pancarkan untuk mengintimidasi Alex kini runtuh, digantikan oleh gelombang keterkejutan dan rasa segan yang teramat sangat. Sang pengelola aula paruh baya yang tadinya bersikap angkuh, kini mendadak pucat pasi. Ia menelan ludah dengan susah payah, menyadari bahwa pria bertudung di hadapannya ini bukanlah kultivator pengembara kelas bawah, melainkan sosok misterius yang memegang kunci pusaka yang bisa mengguncang seluruh benua. "Cukup, Juanyi," perintah Alex dengan nada santai. "Baik, Guru," jawab Juanyi patuh. Dengan satu jentikan jemari lentiknya, pusaran badai Qi mikro it
Ler mais