"Baiklah kalau Abang merasa yakin."Andai air mukanya sejalan dengan apa yang keluar dari bibirnya, maka sudah barang tentu aku akan merasa senang mendengar Angel mengatakan itu. Sayang sekali, semuanya tampak bertolak belakang.Namun begitu aku berlagak baik-baik saja dan balas berkata, "Terima kasih. Intinya, Angel, kamu tenang saja. Lagipula, aku yang menciptakan masalah, sudah sepantasnya kalau aku juga yang harus menyelesaikannya, bukan?""Oke-oke, aku sudah mendengarnya. Sekarang kita boleh langsung jalan, bukan?"Angel tetep saja pesimis, auranya juga terlihat dingin. Sementara aku, merasa sudah cukup banyak berkata-kata, tapi tidak kunjung dapat meyakinkan dia, mau tidak mau tidak lagi memperpanjang cerita, dan mulai pelan-pelan memandu pergi mobil.Lima belasan menit mengemudi, kami sudah berada di kota kecamatan tempat di mana Rafika berada. Sepanjang perjalanan kami nyaris tidak saling mengobrol."Kamu boleh tunggu di sini sebentar?" Aku bertanya setelah lebih dulu menepika
Last Updated : 2026-06-02 Read more