Tak lama kemudian, mereka berdua berjalan ke sisi magma. Andriyan menarik napas dalam-dalam, lalu berkata, "Astaga, aku benar-benar nggak menyangka akan ada dunia lain di sini."Kelvin berjalan ke pinggir sungai magma. Dia membalikkan satu tangannya untuk mengeluarkan tungku.Seiring dengan dimasukkan kekuatan sejati, tungku itu pun mulai membesar."Astaga, kamu juga punya artefak spiritual?" ucap Andriyan dengan kaget. "Betul juga, ahli alkimia nggak pernah kekurangan uang. Dulu, aku pernah menghadiri acara kumpul bersama dengan beberapa kultivator. Dengar-dengar, hingga saat ini, hanya ada dua atau tiga ahli alkimia level tiga saja, dan nggak ada satu pun ahli alkimia level empat. Kalau ingin meminta ahli alkimia level tiga untuk meramu pil obat, mesti dibayar dengan artefak spiritual."Kelvin bertanya dengan nada bicara berat, "Apa artefak spiritual … bisa dibeli dengan uang? Berapa estimasi harganya?""Mana mungkin!" kata Andriyan. "Uang itu hanyalah tumpukan kertas saja. Artefak s
Read more