"Kalau masih berani banyak bicara, aku akan suruh anakku telepon orang dan buat anakmu langsung dipecat!""Anakku naik Range Rover pulang. Anakmu pulang pakai mobil apa?"Saat ini, Yanti sudah sangat sombong, benar-benar memandang rendah orang lain.Namun, aku justru ingin tertawa. "Dari mana kamu yakin mobil itu milik anakmu?""Kalau bukan milik anakku, masa milikmu?"Mendengar itu, Yanti langsung melotot, lalu berkata dengan nada meremehkan, "Kamu mungkin punya kemampuan, tapi dibanding anakku, kamu itu nggak ada apa-apanya! Harga mobil itu lebih dari 2 miliar! Butuh berapa generasi bagi kalian untuk bisa membelinya?"Di samping, Nadim ikut menghina, "Nggak perlu buang waktu bicara dengan mereka, sudah beda kelas. Ayo, kita pergi. Aku mau lihat, setelah mereka lihat anakku, apa mereka masih berani minta uang."Begitu kata-kata itu selesai, Nadim dan Yanti berjalan keluar dengan sombong. Orang tuaku ragu beberapa detik, tetapi tetap mengejar keluar. Aku tentu langsung mengikuti.Setel
Read more