"Makan! Kalau berani muntah sedikit saja, aku bunuh kamu!"Demi menunjukkan sikap di hadapanku, Kamil langsung mengambil keputusan tegas. "Pengawal, buka mulut sampah ini, masukkan dulu botol anggur merah itu!""Siap, Pak Kamil!"Begitu perintah diturunkan, beberapa pria bertubuh kekar langsung masuk dari luar ruangan dan tanpa basa-basi menekan Xander ke lantai. Ada yang memaksa membuka mulutnya, ada yang mengambil botol anggur lalu langsung mencoba memasukkannya."Ayah, selamatkan aku, Ayah!""Tolong aku!""Ayah!"Pemandangan itu langsung membuat Xander ketakutan sampai mengompol dan dia menjerit histeris.Detik berikutnya, wajah Petrus pucat pasi, lalu langsung berlutut di lantai. "Pak Kamil, Pak Ray, tolong lepaskan anakku, dia nggak tahu apa-apa, aku yang akan mewakilinya minta maaf!""Kami benar-benar nggak tahu diri karena nggak mengenali identitas Pak Ray.""Kalau sebotol penuh anggur itu benar-benar dimasukkan, anakku bisa mati! Tolong ... tolong ... aku mohon!"Setelah berkat
Read more