"Selamat jalan Pak Sandy!"Chicco memungut kartu nama itu dengan hati-hati, lalu menatap punggung Sandy seperti anjing penjilat.Sampai sosok Sandy menghilang di tikungan lorong, barulah wajah Chicco memerah penuh gairah. Dia menutup pintu kamar, lalu langsung mengangkat wanita seksi itu dan melemparkannya kasar ke atas ranjang!Tarikan kasar, raungan liar ...."Dasar jalang, tadi masih berani meremehkanku? Masih berani menelepon Pak Sandy untuk mengadukanku? Lihat bagaimana aku menghajarmu!""Aah, ja ... jangan, Kak Chicco, aku salah ...."Suara wanita seksi itu tenggelam dalam keganasan Chicco.Sementara itu, Sandy yang sudah kembali ke mobil mewah panjang di bawah hotel memperlihatkan senyum aneh di sudut bibirnya.Asisten yang juga merangkap sopir di kursi depan bertanya bingung, "Tuan Sandy, bukankah Tuan Besar pernah memperingatkan Anda supaya nggak mencari masalah dengan Ray lagi?""Selain itu, kalau rencana Anda sampai terbongkar, hidup Anda akan tamat sepenuhnya. Bahkan Tuan B
Read more