Dua hari setelah kabar heboh dari Latifa, Rama tak tinggal diam. Baginya, Hanif adalah aset keluarga yang paling berharga. Pria lurus, kaku, dan kelewat baik seperti kakaknya itu sangat rentan dimanfaatkan wanita licik. Sandra adalah bukti nyatanya. Makanya, dia berniat menyelidiki siapa perempuan yang membuat jantung kakaknya berdebar-debar itu. Di ruang kerja pabrik Mahoni & Jati yang tertutup rapat, Rama duduk dengan kaki bersilang di atas meja. Di hadapannya, berdiri Tejo yang mengenakan jaket kulit hitam, kacamata hitam, dan topi kupluk yang ditarik hingga hampir menutupi mata. Penampilannya lebih mirip maling jemuran daripada detektif swasta."Jo, lu bisa copot nggak tuh kacamata? Ini di dalem ruangan, gelap. Lu mau nyungsep nabrak meja gue?" tegur Rama sambil memijat pelipisnya.Tejo nyengir, membuka kacamatanya lalu melempar sebuah amplop cokelat tebal ke atas meja Rama."Maaf, Bos. Biar menjiwai peran intelijen," kekeh Tejo. "Laporan komplit, Bos. Target sudah saya pan
Terakhir Diperbarui : 2026-02-26 Baca selengkapnya