Hujan rintik di luar jendela seolah menambah suasana hangat di kamar sepasang suami istri itu, Rama dan Riana. Malam ini, Riana sudah bersih. Masa haidnya selesai, makanya dia mulai berdebar tak karuan tiap kali berdekatan dengan suaminya. Meski masih malu dan takut, tapi Riana ingin memberikan hak itu untuk Rama. Riana tak ingin menundanya lagi. Selain takut dosa, Riana juga ingin membuat suaminya semakin bahagia dengan pernikahan mereka. Di balik pintu kayu yang tertutup rapat, jantung Riana berdegup kencang, jauh lebih kencang dibanding saat dia dikejar-kejar penagih hutang dulu. Riana berdiri di depan cermin besar, meremas ujung daster satinnya yang berwarna merah marun. Pintu kamar terbuka pelan. Rama masuk dengan kaos oblong hitam yang memperlihatkan otot lengannya yang kokoh. Tato naga yang menyembul dari balik lengan bajunya selalu mengingatkan Riana betapa garangnya pria ini dulu."Belum tidur, Sayang?" Suara Rama berat, tapi tenang. Riana berbalik, wajahnya memerah. "B
Last Updated : 2026-01-30 Read more