Pagi ini kediaman Rama dan Riana yang biasanya tenang mendadak riuh oleh tawa melengking seorang bocah laki-laki berusia enam tahun. Rafqa, keponakan Rama yang menggemaskan, berlarian di ruang tamu sambil mengejar kucing persia milik Riana. Di belakangnya, Latifa, adik kandung Rama menyusul dengan napas terengah-engah."Mbak Riana! Tolong, Rafqa nggak bisa diam dari pagi berisik minta ke sini katanya kangen sama Tante Riana yang cantik," seru Latifa sambil menjatuhkan diri di sofa.Riana keluar dari dapur dengan celemek yang masih terpasang, wajahnya berseri-seri. "Ya Allah, Rafqa! Sini sayang, peluk Tante dulu."Rafqa menghambur ke pelukan Riana. "Tante, ayo jalan-jalan! Kata Onty Tifa, hari ini mau beli robot yang bisa terbang!"Riana melirik Latifa yang sedang mengedipkan mata padanya. "Mas Rama sudah izinin, Fa?" tanya Riana yang sengaja meminta adik iparnya itu izin ke kakaknya kalau mau diajak pergi. "Sudah, Mbak. Tadi aku telepon Mas Rama. Katanya boleh, asal pulangny
Terakhir Diperbarui : 2026-02-01 Baca selengkapnya