Mereka kembali tenggelam dalam pelukan. Di luar, matahari mulai naik, menyinari dunia dengan harapan baru. Namun bagi Rama dan Riana, dunia mereka sudah lengkap di dalam kamar itu. Sebuah awal baru bagi sang mantan preman dan istri pemalunya, sebuah perjalanan yang diawali dengan kesabaran dan diikat dengan penyatuan yang suci.Rama memejamkan mata, mensyukuri setiap detik keberadaannya di samping Riana. Dia tahu, hidup ke depan mungkin tak selalu mudah, tapi dengan Riana di sisinya, dia punya alasan untuk selalu menjadi orang baik setiap harinya."I love you, Nyonyanya Rama," bisik Rama pelan sebelum dia kembali mendaratkan kecupan hangat di puncak kepala Riana."I love you more, Mas jagoanku," balas Riana dengan nada yang paling manis yang pernah didengar Rama seumur hidupnya.***Fajar belum benar-benar menyingsing, namun cahaya biru pucat mulai menyelinap di sela-sela gorden kamar yang tertutup rapat. Di dalam kamar itu, keheningan terasa begitu manis, hanya menyisakan suara napas
Terakhir Diperbarui : 2026-05-05 Baca selengkapnya