Anaya menjawab pertanyaan Arlo satu persatu dengan nada yang diusahakan tenang. Abizar memutar tubuhnya kembali menghadap ke depan. “Oke!” Anaya mengakhiri panggilannya, lalu membuka pintu mobil.“Kamu mau kemana?” tanya Abizar.“Aku harus beli barang dulu untuk di kedai. Kalau langsung pulang nggak bawa apa-apa, nanti Arlo curiga,” jawab Anaya. “Tunggu saja di sini!”Anaya pergi bergegas. Untung saja Abizar parkir tak jauh dari pintu masuk mall. Tak jauh melangkah, ia menemukan toko houseware. Ia mengambil troli dan cepat mengisinya dengan piring, sendok, tempat tisu, dan beberapa barang lain yang sebenarnya tidak diperlukan.Semua dilakukannya dengan pikiran yang bercabang-cabang, dengan pokok utama soal kasus yang dihadapi sopirnya.Tiba di rumah, Arlo langsung mencecarnya lagi. Anaya yang penat hanya bisa menahan kesal.“Kenapa Sasha sampai nggak sekolah hari ini?” tanya Arlo.“Aku ‘kan sudah bilang tadi, aku nggak enak badan,” jawab Anaya.“Kalau kamu sakit, kenapa nggak ngasih
Last Updated : 2026-01-26 Read more