Udara di dalam kamar jadi hening. Anaya diam, sementara Arlo menunggu jawaban. “Kamu sedang ingat dia?” Arlo mengulang pertanyaannya. “Iya.” Anaya menjawab lirih. “Sebenarnya, aku nggak suka waktu kamu bilang bertemu Mama Marini, apalagi menemaninya ke makam” “Kenapa nggak suka?” tanya Anaya. “Nggak suka aja. Kesannya, kamu belum bisa move on dari dia,” jawab Arlo. “Walaupun kita sudah bertahun-tahun bersama, aku sering merasa kalau kamu masih tetap mencintai dia. Padahal, dia ‘kan sudah mati.” Anaya menggigit bibirnya. Apa yang dikatakan Arlo, memang benar adanya. Persoalannya kini, Damar ternyata masih hidup. “Bukankah dulu, sebelum kita menikah, aku sudah pernah bilang soal perasaanku ke dia? Walau bagaimanapun, aku nggak akan pernah bisa menghapus dia dari ingatan aku.” Anaya mengingatkan. “Iya, kamu memang pernah bilang begitu.” “Jadi, kenapa harus jadi masalah kalau aku bertemu dengan keluarga almarhum suami pertamaku dan mengunjungi makamnya? Mereka keluargaku juga …
最終更新日 : 2026-01-18 続きを読む