Sudut Pandang Aria:Aku tak bisa melepaskan pandanganku dari wajah Aiden saat dia menatap Liam tanpa gentar. Ketegangan di antara mereka begitu terasa, berderak seperti sengatan listrik di lorong hotel yang sempit.Wajah Liam berubah, dipenuhi ketidakpercayaan saat dia menatap kami bergantian, pandangannya tertahan pada lengan Aiden yang masih melingkar posesif di pinggangku."Yang benar saja," ejek Liam, suaranya meninggi. "Ini cuma skema balas dendam yang gila, 'kan? Kamu dan dia?" Dia menunjuk Aiden dengan gerakan meremehkan. "Ini bukan sungguhan. Nggak mungkin."Ada sesuatu di dalam diriku yang terusik mendengar kata-katanya. Keyakinannya yang mutlak bahwa aku tidak mungkin bisa benar-benar melanjutkan hidup tanpanya. Tanpa berpikir panjang, aku menoleh ke Aiden, meletakkan tanganku di pipinya, lalu menciumnya.Awalnya itu hanya dimaksudkan sebagai kecupan singkat, sebuah pernyataan untuk dilihat Liam. Namun, begitu bibir kami bersentuhan, sengatan listrik langsung menjalar ke selu
Read more