Sudut Pandang Aria:Perutku terasa bergejolak hanya dengan memikirkan makan malam malam ini. Ini adalah pertama kalinya aku tampil di depan publik di sisi Aiden sebagai istrinya. Makan malam bisnis, dari semua kemungkinan, sebuah situasi di mana setiap tatapan diperhitungkan, dan setiap kata ditimbang dengan cermat.Jadi, tentu saja, aku harus tampil sesuai peran.Aku berdiri di depan lemari pakaian lebih lama dari yang ingin kuakui, menatap deretan gaun yang tiba-tiba terasa terlalu kasual atau justru terlalu kaku. Aku butuh sesuatu yang mencerminkan elegan, tenang, dan tak tersentuh.Akhirnya, jariku berhenti pada sebuah gaun edisi terbatas yang selama ini kusimpan untuk momen yang tepat. Gaun biru dongker dengan motif oblique khas, berkerah tinggi dan pinggang berlipit yang mengikuti lekuk tubuhku sebelum melebar lembut ke bawah.Setelah mengenakannya, aku meneliti bayanganku di cermin dengan kritis. Gaun itu sempurna, cukup berkelas untuk acara bisnis, tetapi tetap memikat mata. Ak
Read more