"Kau tidak perlu menyesuaikan seluruh rencanamu, dengan kemauanku, Rave," kata Ellie, pelan.Ellie menyukainya, tapi tidak ingin Raven membuat rencana yang terlalu berputar di sekitar keingiannya."Kenapa tidak? Kau yang terpenting saat ini. Aku harus memastikan kau aman dan nyaman.""Rave..."Ellie menutup wajah dengan malu, saat mendengar Raven mengucapkan semua itu dengan nada serius, tanpa bermaksud menggoda maupun merayu.Raven juga baru sadar akibat apa yang ditimbulkan dari ucapannya, saat melihat warna merah menyebar sampai ke telinga Ellie. Tawa renyah pecah dari bibirnya."Lihat ini, aku bahkan berhasil menggodamu tanpa perlu berusaha." Raven terdengar bangga dengan pencapaiannya itu."Shh! Pelankan tawamu," tegur Ellie. Tawa Raven terlalu kencang."Kita hanya ada berdua di sini, Haze.""Oh?" Ellie menolehkan kepala ke sekeliling, dan memang ruang tunggu VVIP itu sepi. Tadi Ellie sempat melihat dua penumpang lain. Tapi mereka sudah tidak ada.Mereka hanya berdua, karena Jaspe
Last Updated : 2026-01-23 Read more