Home / Romansa / Menipu Sang CEO Buta / #103 Benar Tapi Juga Salah

Share

#103 Benar Tapi Juga Salah

Author: aisakurachan
last update publish date: 2026-01-23 08:18:36
Sakitnya tamparan Willow, tidak ada apa-apanya jika dibandingkan luka yang diterima Ellie, saat mendengar kata-kata Lonan.

"Jangan katakan kau tidak merasakan ada yang aneh, El. Aku bahkan tidak pernah mengajakmu tidur bersama! Apa ini tidak membuatmu bertanya-tanya?"

"TUTUP MULUTMU, LONAN!" Raven membentak sekali lagi. Tangannya mengepal kuat di samping tubuh, menahan diri untuk tidak bergerak memukulnya. Kalau bukan Lonan yang mengatakannya, Raven mungkin sudah melayangkan tangan.

Sementara El
aisakurachan

🥺🥺 yah berantem

| 3
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Menipu Sang CEO Buta   S2 #406 Tekanan dan Permintaan

    "Aku pernah melihatmu berjalan bersama wanita di Lake Magiorre, tahun lalu. Apa itu wanita yang akan kau nikahi?"Matteo terdiam berpikir. Ellie tidak salah, dia memang pernah berada di sana bersama Ivy, dan hanya sekali. Dia kemudian sadar, jika Ellie juga berada di kota itu. Rose dan Dante pergi ke sana bersama Ellie dan Raven. Jadi Ellie melihat Ivy bersamanya setelah dia membunuh salah satu penyerang Ivy."Kau benar-benar melihatku?" Matteo tak percaya Ellie bisa kebetulan melihat mereka."Hanya dari kejauhan. Aku tidak ingat melihat wajahnya dengan jelas. Aku ingat dia memakai turtleneck." Ingatan Ellie detail soal baju, karena menurutnya aneh. Saat itu musim panas.Matteo kini yakin Ellie benar-benar melihatnya hari itu. Sampai sekarang, Ivy masih memiliki kebiasaan untuk memakai scarf atau turtleneck untuk menutupi luka. Jadi gadis yang dilihat Ellie benar-benar Ivy."Aku akan menikah dengan gadis itu," kata Matteo."Oh wow! Kau tidak bercanda?!" Ellie kembali berseru."Tidak, E

  • Menipu Sang CEO Buta   S2 #405 Kabar dan Kejutan

    "Kau belum menghubunginya?"Ivy bertanya, karena saat kembali masuk ke kamar, dia masih melihat Matteo berada dalam posisi yang sama. Berdiri memandangi ponsel.Matteo menggeleng.Ivy mendesah sambil memilih sepatu dari rak. Pilihannya jatuh kepada sepatu boot berwarna hitam yang dulu dibelinya di Italy. Modelnya sangat cocok dengan musim gugur, dan cocok dengan gaun selutut warna merah, yang dipakainya sekarang.Mantel dan scarf yang dipakainya nanti, juga akan berwarna hitam. Tidak terlalu casual, tapi tidak juga resmi berlebihan. Cocok untuk acaranya hari ini. Yang membuat Ivy paling puas, penampilannya sangat serasi dengan Matteo. Dia memakai jas hitam dan kaos turtle neck merah tua hari ini.Acara hari ini, mereka akan berkeliling ke beberapa tempat untuk memilih lokasi pernikahan, dan setelah itu masih harus melakukan fitting baju pengantin.Hari yang sangat sibuk, karena itu Ivy tidak ingin Matteo membuang waktu, dengan menimbang dan berpikir soal menghubungi Ellie. Sudah sejak

  • Menipu Sang CEO Buta   S2 #404 Tamu dan

    "Maaf, Macy. Tapi bisakah aku memberinya besok? Hari ini ada beberapa tamu yang tidak terduga, jadi kami belum bisa memutuskan."Ivy meminta dengan sangat sopan dan hati-hati. Terdengar Macy bernafas berat."Baiklah, aku mengerti. Tapi tolong secepatnya ya! Dan aku sudah mengirimkan beberapa gambar lokasi melalui email. Kau boleh memilih lokasi mana yang kau sukai, dan kita bisa berkunjung ke sana untuk survey. Hanya ada sedikit tempat yang bisa aku berikan, karena terbatasnya waktu persiapan."Macy mengurai tugas lain Ivy panjang lebar."Tentu saja. Tidak masalah. Terima kasih Macy," kata Ivy. Lega Macy tidak terdengar kesal.Bagaimana pun seharusnya dia menyerahkan daftar tamu hari ini, tapi terpaksa mengingkari janji itu, karena kedatangan Ibunya dan Jossie.Jossie sendiri baru pulang setelah hampir sore. Gadis itu sedikit terlalu bersemangat. Karena itu Ivy sama sekali belum bisa mengirimkan daftar tamu undangan yang diminta.Setelah mengucapkan maaf dan terima kasih sekali lagi pa

  • Menipu Sang CEO Buta   S2 #403 Kalah dan Ayah

    Namun untuk kedua kalinya, Mateo menyelamatkan pipi Ivy. Kali ini dengan mengangkat tangan. Amadea hanya berhasil menampar punggung tangan Matteo."Anda mungkin melihat yang terburuk dari ayah saya, dan pada diri saya. Tetapi saya tahu satu hal pasti, saya tidak akan pernah melukai Ivy. Karena saya tidak pernah rela melihat Ivy terluka maupun kesakitan."Kalimatnya masih sopan, tapi mengandung teguran. Ini kedua kalinya Amadea berniat untuk melukai Ivy. Memang ucapan Ivy sangat tidak sopan, tapi Amadea juga sama.Matteo tidak menyukai bagaimana tangan Amadea sangat ringan berusaha menyakiti Ivy. Matteo masih bersifat hormat dan sopan, hanya karena statusnya sebagai ibu Ivy."Kau boleh menutupi kebususkan keluarga Ranallo dengan kata-kata manis. Tapi ingat saja, aku tahu hitam apa yang ada di keluarga itu!" Bukan hanya pada Ivy, kini Amadea murni marah pada Matteo, setelah mendengar teguran itu. Dan lebih kesal lagi, karena tidak bisa melakukan apapun padanya.Amadea kembali berpaling p

  • Menipu Sang CEO Buta   S2 #402 Ibu dan Penolakan

    Jossie diantar oleh Luigi ke ruangan baca, menjauhi bencana yang sebentar lagi datang. Meninggalkan Matteo dan Ivy yang kini berdiri dengan sedikit tegang.Seperti Ivy, Matteo juga berpendapat Amadea tidak akan datang dalam damai. Jantung Ivy berdetak kencang, saat bel pintu depan berbunyi. Mauro yang berlari membukanya.Dan masuklah sosok Amadea masih persis seperti apa yang ada dalam ingatan Matteo. Berselimut mantel hitam, wanita itu menatap tajam pada Ivy, dan berkerut tak suka melihat Matteo."Aku mengira kau sudah lebih waras, saat memutuskan untuk kembali ke New York. Tapi ternyata kau masih membawanya.."Yang Amadea maksud tentu saja Matteo. Karena sudah tidak berada di Neive, sepertinya Amadea merasa lebih berani menghadapi Matteo. Jika dulu dia masih segan karena Matteo adalah Ranallo, rasa segan itu sudah jauh berkurang sekarang, saat mereka berada di luar Neive."Aku tidak mungkin akan kembali jika Matteo tidak ada disini!" balas Ivy."Kau memang sudah gila!" bentak Amadea.

  • Menipu Sang CEO Buta   S2 #401 Teman dan Sesal

    Jossie terus terisak memeluk tubuh Ivy, sampai dia terpaksa menepuk punggung Jossie untuk membuatnya tenang. Ivy memandang Matteo, tidak berkata apapun, tapi kurang lebih artinya adalah 'apa yang kau lakukan padanya?'"Aku tidak melakukan apapun." Matteo mengelak.Alis Ivy bergerak ke atas, tanda tidak percaya."Aku hanya menyuruhnya pergi, karena tidak seharusnya dia bicara padamu lagi!" tukas Matteo.Perbuatan yang jelas tidak bisa dikategorikan sebagai tidak melakukan apa-apa. Ivy menggeleng, lalu meminta tisu pada Mauro. Dia menyerahkannya pada ada Jossie, sambil melepas pelukan itu bajunya sudah basah oleh air mata."Kau tidak boleh menangis jika ingin berbicara padaku," kata Ivy. "Aku tidak akan mengerti apa yang kau katakan, apa yang kau maksud," bujuk Ivy.Ivy mengulang apa yang dilakukan Mauro tadi, sedikit memaksa Jossie untuk duduk di sofa. Dia juga meraih gelas yang tadi diambil Mauor, menyuruh Jossie untuk minum, agar lebih tenang.Sedu sedan itu masih berlangsung, walau J

  • Menipu Sang CEO Buta   S2 #451 Sumber dan Kesakitan

    Matteo kmenunduk, dengan kedua tangan menumpu di tanah, dan terengah. Setelah memuntahkan seluruh isi perutnya, gemetar dan keringat dingin menyerang sekujur tubuhnya.Kilasan adegan yang tiba-tiba muncul di dalam ingatannya, saat melihat rumah Fiore, membuatnya mual luar biasa. Jika masih ada benda

  • Menipu Sang CEO Buta   S2 #450 Rumah dan Ingatan

    Halaman samping mansion Ranallo, hampir mirip hutan mini. Pohon berjajar rapat, dan lumayan lebat. Tanah kosong seluas beberapa ratus meter persegi itu, sebagian besar ditumbuhi pohon pinus dan cemara.Saat kecil, Matteo bisa dikatakan jarang berada di situ, karena hutan tentu menyeramkan bagi anak

  • Menipu Sang CEO Buta   S2 #449 Bayaran dan Hiburan

    Matteo berdiri diam menatap setiap penjuru ruangan itu dengan tangan terkepal erat.Sementara Ivy berdiri di sebelahnya, dengan tubuh gemetar. Jika boleh, Ivy tidak ingin mendengar lanjutan kisah yang pasti menyedihkan ini, tetapi dia harus mendengarnya sampai tuntas."Ayahku memakai cambuk sebagai

  • Menipu Sang CEO Buta   S2 #448 Hitam dan Darah

    "Ada apa dengannya?""Heat stroke!" Ivy menyahut sekenanya. Hanya itu alasan terbaik yang bisa Ivy berikan pada Dante, untuk menjelaskan kondisi Matteo, yang terlihat payah.Dante yang baru saja keluar, heran melihat Matteo berbaring di sofa sambil menutup matanya dengan handuk basah.Ivy yang memin

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status