“Sebelumnya, aku ingin kamu menceraikannya sekarang!” “Kenapa?”“Kamu tahu kenapa, Fer! Siapapun nggak akan sudi jadi diduakan apalagi sama perempuan seperti dia, kami bahkan nggak selevel dalam hal apapun! Apa kata orang, hah?!” sentak Karenina.“Dan kamu pikir, siapa yang akan terima diceraikan secepat ini, terlebih karena alasan menikah lagi, hmmm siapa?” tanya Feris datar.“Aku nggak peduli! Dan kamu jelas pilih aku ‘kan Fer?”Feris menatap Karenina cukup lama, dan menghembuskan nafasnya gusar. “Tetap aja, aku nggak bisa menceraikannya secepat ini, aku juga punya reputasi yang harus aku jaga, ‘kan.”Karenina menunjukkan wajah keberatan, seolah menimbang. “Fine! Tapi prioritaskan aku, deal!”“Ok,” saut Feris mudah. Neyra masih mendengarnya sebelum ia benar-benar melewati ruangan keluarga, dan menaiki anak tangga. Hati Neyra teriris, egonya tersentil nyeri. Ya, ia hanya perlu fokus pada keuntungan yang didapatkannya, syukurlah ia mengetahui dari awal, dengan begini ia bisa mengont
Read more