Masuk"Putuskan saja pacarmu, sekarang!" Feris menatap Neyra lekat, sebelum menambahkan "Ingat, kamu berhutang banyak hal padaku dan itu syarat dariku." Hanya dalam keputusan satu malam yang malang dan paling menyesakkan dalam hidup Neyra, merubah semua tatanan hidupnya, ia terpaksa menjadi kekasih gelap Feris yang merupakan mantan selingkuhannya sesuatu yang paling ia sesali dan hindari. Terlebih permainan semakin serius saat mereka terpergok bercinta dan dipaksa menikah demi nama baik keluarga Sastrodirjo. Namun Lika liku pernikahan mereka semakin rumit saat alasan mereka bersama tak sekuat pasangan lain, orang ketiga dan menyatukan dua kepala yang saling memendam amarah, bukan hal yang mudah bukan? #Perselingkuhan #Benci jadi cinta #Tantangan pernikahan #Posesif #Pria dominan #Bos/CEO
Lihat lebih banyakRegas memandangnya dalam ada raut terkejut di wajahnya yang langsung terganti kecewa, khas Regas saat sedang kecewa."Ulurkan tanganmu, Kak! Semua orang memperhatikan kita."Neyra sempat tersentak sebelum menerima lengan adik lelakinya, pandangannya tak lepas dari kedua mata Regas yang menyiratkan patah hati. Sama besar seperti yang mendera hatinya. "Palingkan wajahmu, Kak. Kita hampir sampai altar,” bisik Rizwan. Memaksa perhatian Neyra lurus ke depan, ke arah Feris yang sedang tersenyum menatapnya lurus. Neyra tak menjawab. Tak perlu menjawab. Karena tak ada seorangpun yang mengerti perasaannya. Keduanya berjalan melewati ketiga orang tersebut. Memasuki ruangan luas yang sudah dipenuhi oleh para tamu undangan. Hanya dengan melihat luasnya ruangan, ia tahu Feris memastikan pernikahan tersebut berlangsung meriah hanya dalam waktu dua bulan.Setiap langkah yang membawanya semakin dekat dengan altar, matanya mengerjap. Menahan air mata meleleh. Menggigit bibir bagian dalam, mencoba m
“Atau apa?! Hah!” sentak Neyra menentang.Neyra memutar bola matanya, kalimat ke-overprotective-an pria ini benar-benar membuat muak. Saat pria itu berniat membalikkan badannya dan akan menempelkan bibir mereka, Neyra segera bangkit dari tidur. Sebelum semuanya kembali terlambat. "Aku harus pergi, Fer." Feris tersenyum kecil ketika Neyra menghindari ciumannya. "Ini hari libur kamu ‘kan?" “Iya dan justru itu, aku masih ada urusan lain. Jadi berhenti korupsi waktu libur aku!”“Aku bisa kasih kamu pekerjaan secepatnya,”"Melamar kerja yang bosnya nggak profesional macam kamu? No, thanks!" Neyra menarik selimut untuk menutupi dadanya yang telanjang dan turun dari ranjang menuju ke kamar mandi. Ruang kerja Feris benar-benar seperti rumah kedua. Meski tidak terlalu luas tapi perabotan yang digunakan serba minimalis dan trendy, membuatnya tampak cukup dan nyaman. “Orang kaya memang selalu melakukan apapun sesukanya, ya.” decak Neyra. Senyum di bibir Feris semakin melebar mendengar decak
“Selalu kamu yang berlari padaku lebih dulu, Ney." Bibir Feris menempel di telinga Neyra. Berbisik lembut namun mampu membuat Neyra bergidik ngeri. Neyra termenung, tak mampu menampik atau bersilat lidah lagi, dan ia pasrah saat Feris menahan kepala lalu menciumnya dalam, membiarkan Feris membuka kancingnya kemudian jemarinya menyentuh langsung kulit bagian terdalam, membuat napas Neyra tercekat.Seolah tengah melampiaskan emosinya dalam ciuman itu sekaligus menikmati kemanisan dan kelembutan bibir ranum Neyra. Saat melepas ciumannya, ia menempelkan dahinya di dahi Neyra dengan napas yang sedikit terengah-engahnya dari wanitanya. "Melihat caramu mempertahankan dan membela pria itu, membuatku sangat gerah, Sayang. Kurasa kamu harus bertanggung jawab untuk memuaskanku sekarang juga." Mata Neyra melotot mendengar permintaan vulgar Feris yang tanpa basa-basi itu. Namun, belum sempat ia memprotes, Feris sudah menariknya ke arah meja kerja Feris. Dengan mata yang menatap lekat manik Neyr
"Kamu memilih urusan yang salah denganku, eh.”Mehra tersentak akan reaksi Feris yang terlewat santai bahkan setelah ia mengaku permainannya. “Dengar! Aku sedang sibuk sekarang. Harus berapa kali aku harus bilang bahwa aku nggak suka diganggu di jam kantor seperti ini!”“Fer, kamu serius masih mempertanyakan hal itu? Aku kesini demi hubungan kita, aku-”“Cukup! Jangan paksa aku mengatakan itu untuk kedua kalinya. Ok!”“Aku kecewa sama kamu!” tandas Mehra lekas berbalik meninggalkan ruangan namun tepat ia membuka pintu ia dikejutkan dengan keberadaan Neyra tepat dua meter di depannya, seolah ia akan diterima dengan mudahnya.“Neyra?” Neyra tersenyum tipis melihat Feris yang memanggilnya tepat di belakang perempuan itu, Mehra Rowan presenter yang ia tahu culasnya. Terbukti dari cara Mehra menatapnya seolah sedang menguliti lawannya dari ujung kaki hingga ujung kepala. “Apa kamu sudah selesai memindai penampilanku? Karena aku sedang sibuk, jadi apa boleh kamu minggir? Aku mau masuk ke
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.