LOGIN“Dua bulan lagi diceraikan? Apa Maksudmu Mehra?” Mehra tersenyum meremehkan sembari menatap wajah Neyra yang pias bahkan tubuhnya hanya mematung perlahan menunduk. “Upss… apa kamu juga belum tahu, Ney? maksudku bukannya mamanya Feris atau Feris sudah memberitahumu? atau Karenina mungkin, aku tahu dari Feris kalian sudah beberapa kali bertemu,”“Ney? Apa benar begitu?” tanya Regas memburu.Neyra mendongak dan tersenyum kering. “Aku nggak nyaman membicarakan urusan rumah tangga pada orang lain seperti kalian dan kenapa sih kalian harus mempedulikan urusan rumah tangga orang lain, seperti udah nggak punya urusan sendiri saja,”Neyra menandandaskan minumannya dalam satu tegakkan, tak peduli dengan gerakannya yang sembrono. Dan saat itulah ponsel nya berbunyi menunjukkan nama Feris lah yang jadi pemanggilnya.“Feris,… sepertinya dia sudah melihat foto kalian berdua yang aku kirim padanya,” seru Mehra setelah mengintip ponsel Neyra.“Apa kau bilang? Foto kami?”Dan Mehra hanya tersenyum, i
“Aku bilang nggak bisa! Aku takut keguguran! Arrgghh…”“Keguguran?” saut Feris mengambang. "Ckkk… Lepas..." Panggilan Neyra terpotong oleh bibir Feris yang segera membungkamnya. Dan hati, Neyra menyumpahi Karenina yang membawa pria itu pulang dalam kondisi mabuk seperti ini.Dengan seluruh tenaga yang dimilikinya, Neyra berusaha menyingkirkan tubuh Feris dari atasnya. Tetapi melawan kekuatan pria Feris jelas bukan ide yang bagus. Hasrat pria itu sudah tak terbendung lagi. Bahkan ia tak bisa melonggarkan cekalan Feris di kedua tangannya.Pria itu melucuti pakaian keduanya dan melemparnya ke sembarang arah. Dan saat Feris melepaskan bibirnya, berteriak meminta tolong juga ide yang lebih tolol lagi. Feris adalah suaminya sendiri.Pada akhirnya, Neyra tetap tak berdaya di hadapan keinginan Feris. Napas pria itu semakin menggebu, tak pernah puas. Esok pagi, Neyra bangun terlambat meski turun dari tempat lebih dulu. Ia lekas membersihkan badannya, tepat ketika keluar dari bilik, Feris mel
Dua Hari Kemudian“Jadi suamimu masih belum pulang?”“Belum, well… terimakasih info dan sarannya, sepertinya aku sudah mantap akan berinvestasi di properti, aku suka usulan lokasi kontrakan di pinggir kota yang kamu bilang itu.”“Bagus, berarti bagaimana jika besok kita bertemu untuk menghitung modalnya sekalian aku jelaskan lebih jauhi,”“Ya, ayo kita bertemu besok, terimakasih banyak Regas,”“Anytime,” tutup Regas.Neyra menggeliatkan tubuhnya sejenak sembari mengedarkan pandangannya di kamar.Hanya ada dirinya di kamar tersebut. Meski biasanya Feris pulang terlambat, kali ini pria itu sudah dua hari tak pulang. Pun begitu, ia tak akan menghubunginya lebih dulu, Neyra masih kecewa dengan jawaban Feris malam itu. Hubungan mereka semakin asing sejak kedatangan Karenina kembali ke Indonesia dan mulai menginvasi hidup Feris. Dan itu memudahkannya untuk mendapatkan jarak untuk ia mempertimbangkan pilihan apa yang harus ia ambil untuk hidupnya dan anak dalam kandungannya tanpa ikut andil
Tanda positif semakin jelas terlihat. Kini, Neyra sadar, ia tidak sedang bermimpi. Tangannya gemetar tak terkendali hingga test pack terlepas dari genggamannya dan jatuh ke lantai kamar mandi. Perasaannya semakin kacau.Neyra tidak berani membayangkan seperti apa hidup-nya nanti. Selama ini, Neyra tidak pernah peduli dengan anggapan atau pikiran orang tentang dirinya, tetapi hamil tanpa pasangan belum pernah terlintas di benaknya. Neyra menangkupkan tangan pada wajahnya, tidak pernah mengira ini semua akan terjadi pada dirinya. Air matanya mengalir.Sudah begitu lama ia meninggalkan keluarganya untuk hidup mandiri. Tidak ada sanak saudara yang membantunya. Neyra bekerja keras demi memenuhi kebutuhan hidupnya,dan belum berminat untuk menjalin hubungan dengan lelaki manapun setelah Marcel-kekasihnya mengkhianatinya. Lelaki itu berselingkuh dengan teman sekerja Neyra yang selama ini telah menjadi teman curhatnya.Tujuan hidup Neyra hanya satu; dapat hidup layak dari hasil keringat sendi
Menggeleng tegas, Feris berkata "I don't need sorry, I need to punish you."Nada bicaranya membuat tubuh Neyra merinding seketika. la lalu beralih pada tangannya yang dicengkeram. Pria itu memang tidak menyakitinya. Tapi jari-jari yang melingkari lengannya membuatnya bergidik cemas. la cukup dekat untuk mencium cologne Feris yang maskulin dan khas, serta kesegaran dalam napas pria itu. Neyra mulai merasa ada yang aneh dengan getaran pada tubuhnya dan detak jantung yang berdegup cepat.Jari-jari Feris kini dengan lembut menyelipkan rambut di belakang telinganya, mereka hampir tak ada jarak. Perlakuannya sama sekali tak terkesan menenangkan, dengan bertingkah seperti itu ia justru membuat Neyra kian ketakutan."Who told you to act like a little slut, hm? Then Im gonna fucking treat you like one of them."Feris berbisik didepan bibir Neyra sebelum dengan kasar menarik tengkuknya, menjatuhkan ciuman di sepanjang garis rahang sampai ke sisi mulut gadis itu. Gerakan bibirnya sangat krusial,
Neyra tak berhenti terkejut bahkan ketika mobil Feris menghadang mobil yang ia tumpangi, beruntung Regas menghentikan mobilnya tanpa kendala seolah sudah memprediksi hal itu.Nampak Regas keluar dari mobil dengan raut wajah yang marah, ia melangkah cepat menghampiri sisi pintu Neyra berada dan membukanya kasar, Neyra semakin terkejut saat Regas membentaknya untuk keluar, dengan perasaan takut dan terkejut Neyra bergerak namun gerakannya terbatas lantaran seat belt yang masih terpasang dengan nada ringan Regas angkat suara. “Tahan Fer, biar aku bukakan seat beltnya,”“Brengsek!” Bentak Feris kasar.Neyra hanya bisa berpasrah tapi tidak dengan Feris yang menghempaskan tangan Regas dan melepaskan seat belt dan menarik lengan atas Neyra dengan kasar. keluar dari bar, menuju mobilnya yang terparkir tetapi begitu pintu terbuka untuk gadis itu, Neyra didorongnya masuk dengan benar-benar kasar dan tanpa perasaan. Neyra bahkan sempat meringis sebab sikunya mengenai bagan dalam mobil.Feris be
Seringai tipis terukir begitu apik di bibir Feris. Mulai tertarik dengan pembahasan yang ambil oleh Seranita. "Keduanya. Mungkin.” "Aku bisa memberikan kedua hal itu padamu." Kata Seranita tak mau kalah dan kali ini dengan kepercayaan diri yang begitu besar.“Apa kamu sedang membuat penawaran deng
Neyra terhuyung ke belakang dan membuang wajahnya. Merasa tak bisa mengendalikan rasa sesak di dada yang akan membuat jantungnya berhenti berdetak jika melihat pemandangan menjijikkan itu sedetik lebih lama.Neyra melangkah menjauh menyeberang menuju sisi jalan lainnya yang m
Tatapan dingin Feris membuat pelayan yang sedang sial itu segera terbirit menjauh.“Hai, Fer.” sapa Max mengajak bersalaman ala pria. “Aku yang menyapanya lebih dulu dan bertanya keberadaanmu dan yah kami berbincang sedikit.”&ldqu
“Maksudmu perempuan naif yang nggak punya power? Tentu saja kamu harus menikahi perempuan yang cantik dan naif supaya bisa membuatku cemburu. Tapi kamu salah. Aku nggak akan kalahFerakan terprovokasi lagi. Aku tahu alasanmu menikahinya hanya untuk mngisi kekosongan kuengisi kekosongan. Dia nggak l







