Kedamaian malam di kediaman megah mereka di Montecarlo tiba-tiba buyar. Jam dinding menunjukkan pukul 02.00 waktu setempat, ketika rasa sakit yang tajam dan berdenyut menyerang bagian bawah perut Starla. Bukan sekadar kram biasa, melainkan kontraksi yang begitu hebat, seolah-olah seluruh otot di tubuhnya berkontraksi secara bersamaan dengan intensitas yang tak tertahankan.Starla mengerang pelan, tangannya mencengkeram seprai dengan kuat. Dia mencoba bernapas perlahan, mengingat semua latihan yang telah dia pelajari selama masa kehamilan, tetapi rasa sakit itu datang bergelombang, semakin kuat dan juga sering. Dengan tangan gemetar, dia menyelipkan tangan ke bawah selimut, meraba bagian bawah tubuhnya.Tidak salah lagi. Seprei itu basah kuyup. Air ketubannya sudah pecah."Brock ... Brocklyn ...," panggilnya dengan suara parau, menggoyangkan lengan suaminya yang sedang terlelap pulas di sampingnya. "Brooklyn, bangun! Sudah waktunya ..."Brocklyn Hanson tersentak bangun dalam sekejap. M
Read more