Pagi datang tanpa suara burung.Itu hal pertama yang disadari Rangga.Desa tidak rusak. Rumah-rumah berdiri seperti biasa. Jalan masih bisa dilalui. Namun ada keheningan yang tidak alami, seolah sesuatu telah memakan gema.Cekungan besar di rumah pertemuan lama dibiarkan terbuka. Tidak ada yang berani menutupnya. Tanah di sekelilingnya kering, retak-retak halus seperti kulit tua.“Kita menang, kan?” tanya seorang pemuda, suaranya ragu.Tidak ada yang menjawab.Korban baru ditemukan menjelang siang.Bu Rini—perempuan yang selama ini paling rajin menyiapkan hajatan, paling sering memastikan kursi cukup, paling khawatir jika ada tamu berdiri terlalu lama.Ia ditemukan duduk di lantai dapurnya.Bukan pingsan.Bukan meninggal.Ia duduk sempurna, punggung tegak, tangan di pangkuan, mata terbuka menatap kosong.Tidak ada kursi di sekitarnya.Dan yang membuat semua orang membeku:di bawah tubuhnya, lantai tanah menghitam membentuk lingkaran kecil—cekungan mini, dangkal, pas untuk satu orang.
Última atualização : 2026-01-01 Ler mais