Nama saya Rangga Wiratama, Kepala Desa Sukamukti sejak tujuh tahun terakhir. Selama itu pula saya percaya bahwa jabatan ini hanyalah soal administrasi, tanda tangan, dan menengahi pertengkaran warga. Saya tak pernah menyangka bahwa menjadi kepala desa berarti menyerahkan rumah, nama, bahkan nasib keluarga sendiri pada sesuatu yang tak pernah saya pahami.Semua bermula tiga hari sebelum hajatan itu dimulai.Pagi masih basah oleh embun ketika saya membuka pintu depan rumah. Di halaman, puluhan kursi plastik biru telah tersusun rapi, membentuk barisan panjang menghadap pendopo. Beberapa pemuda desa sibuk mendirikan tenda, menegakkan tiang-tiang besi dengan cekatan, seolah mereka sudah berlatih sejak lama.Tak satu pun dari mereka meminta izin.“Siapa yang menyuruh kalian?” tanya saya.Mereka berhenti sejenak. Pandangan mereka kosong, lalu salah satu menjawab pelan, “Sudah waktunya, Pak Lurah.”Kalimat itu membuat dada saya mengeras.Istri saya, Ratna, berdiri di ambang pintu. Tangannya g
ปรับปรุงล่าสุด : 2025-12-15 อ่านเพิ่มเติม