Baru saja Adis melangkah meninggalkan Rakabumi kini ketika ia sampai di gazebo sudah dihadapkan dengan Adipati.Sepertinya mereka berdua memang sekongkol menemui Adis hari ini. Dengan satu tarikan napas, akhirnya Adis memutuskan untuk duduk di gazebo tersebut.“Sini, Dis, agak deketan,” ujar Adipati dari belakang Adis.Jujur saja, meskipun Adipati tidak pernah memperlakukan Adis semena-mena, tapi ia adalah tangan kanan Rakabumi.Hawa seketika menjadi lebih dingin kali ini.“Santai, Dis, tegang banget perasaan,” ujar Adipati dari belakang. Ia menyilangkan kakinya dan bersender di gazebo tersebut.“Coba hadap saya, akan saya tunjukkan hal yang menarik,” rayu Adipati. Ia berusaha membujuk Adis untuk membalikkan tubuhnya.“Nggak, begini saja, Mayor,” balas Adis. Ia masih enggan untuk membalikkan tubuhnya.“Hadap saya, pemandangan alam di sini sayang kalau dilewatkan,” bujuk Adipati sekali lagi.Oke, kali ini Adis kalah, rasa penasarannya ternyata lebih tinggi. Ia dengan menghela napas pe
Última actualización : 2026-03-01 Leer más