LOGIN"Kenapa kita harus bertemu lagi Mas? Setelah sebuah perpisahan yang nggak pernah aku bayangkan itu," tanya Adis dengan air mata yang mulai membasahi pipinya. "Karena kita adalah takdir yang terpisah," balas Raka singkat. Sebuah pertemuan yang tidak pernah Adis bayangkan, dipindah tugaskan dan bertemu kembali dengan mantan suaminya. Ia terpaksa harus menjalankan tugasnya demi sebuah kontrak pekerjaan. Namun di balik rasa traumanya, ia kembali terjebak dengan kisah cinta yang belum selesai. Akankah Adis mampu melewati semua rasa traumanya? Ataukah ia harus menerima takdir bahwa mereka tidak akan pernah bisa bersama lagi.
View MoreHari yang tidak pernah Adis bayangkan, kali ini benar dimatanya, Rakabumi akan melangsungkan pernikahannya dengan Laras.Mereka sudah berdiri di atas altar pernikahan dan mengucapkan janji suci pernikahan. “Dis, kamu nggak papa?“ lagi lagi Melinda menanyakan hal yang sama kali ini. Adis menggeleng pelan. “Santai aja, aku nggak papa kok, nggak perlu khawatir.“Pesta itu begitu meriah. Lampu-lampu kristal berkilauan, musik mengalun lembut, dan para tamu mengenakan pakaian terbaik mereka. Sangat berbeda dengan pernikahan Adis dulu bersama Rakabumi—yang dilakukan secara diam-diam, tanpa pesta, tanpa saksi yang berarti.Malam ini Adis terlihat sangat cantik dengan gaun putih yang membalut tubuhnya dan sepatu heels yang membuat langkahnya tampak anggun.Sayangnya, hatinya benar-benar rapuh.Adis merasa dirinya tak lebih dari boneka Rakabumi yang sengaja dihidupkan di dunia ini. Jika ada satu kesempatan untuk mengulang waktu, ia tidak ingin pernah mengenal pria itu.'Aku benci Rakabumi.'K
Perasaan baru kemarin adis di terbangkan ke lagit, oleh Rakabumi Pramana sekarang ia harus menerima fakta bahwa minggu depan adalah hari pernikahan Rakabumi Pramana. “Dis, are you okay?"tanya Melinda di sampingnya kali ini. Adis menggeleng kecil ia tidak tau harus bersikap apalagi setelah ini, yang ia ingat ini adalah salah satu strategi Raka untuk merebut kembali dirinya. “Permainan ini sangatlah tidak lucu,” gumam Adis. Jahat, manipulatif dan licik. Adis membenci Raka, sangat membencinya. Undangan itu sangan jelas di depan matannya. Meskipun ia tahu bahwa ini adalah hari bahagia, tapi tidak dengan peraaannya.langkah kakinya bergetarr tatkala ia mendengar bahwa semua harus hadir kali ini, Adis juga wanita namun sepertinya ia tidak mendapatkan peran itu di sini.“Kamu nggk papa?“ tanya Adipati.Wah, gila… hanya orang berhati malaikat yang bakalan bilang kalau Adis saat ini nggak papa.Inibukanlah pertanyaan dari Melinda unduk keua kalinya, melainkan ini adaalah pertanyaandari a
Melinda merasakan ada yang berbeda dari diri adis, ia pun akhirnya memberanikan diri bertanya pada temannya tersebut. “Dis,memangnya kamu sebenarnya sama komandan ada hubungan apa sih, kalau boleh tau?“ tanya Melinda. Adis mematung sesaat.kalimat itu begitu menusuk untuk adis saat ini. Adis kemudian menjawab dengan satu tarikan napasnya. Mau tidak mau ia harus menjawab, karena Melinda sudah pasti akan menanyainya setiap saat. “Saya manatan komandan Rakabumi Pramana, memangnya ada apa?“Melinda hampir saja memuntahkan seluruh isi perutnya kali ini. Entah ini sebuah berita atau sebuah kejutan dadakan yang jelas ia belum bisa menerima. “Nggak kok Dis, cumakaget aja, berarti selamaini yang di gosipkan kalau komandan itu pernah menikah itu benar adanya,aku pikir dia belok.“ Melinda sedikit tertawa setelahnya.Rakabumi belok? Lucu sekali. bisa-bisanya Melinda berpikir seperti itu. Kalau Komandan mendengarnya sudah pasti ia akan terkena skors karena sudah membawa berita yang tidak ben
Melinda menahan napasnya yang terengah-engah. Ia memegang dadanya dengan sebelah tangan.“Aduh Dis, Dis… kamu ini kalau ngajak sengsara bilang-bilang dong!“ Melinda tidak terima dengan rekan setimnya itu yang membawanya harus berlari menghindari Rakabumi.“Dok… Kita sembunyi di balik pohon itu aja yuk!“ ujar Adis.Ini gila tapi cukup menarik untuk Melinda.“Bolehhh,” ucap Melinda.Akhirnya mereka berdua memutuskan untuk bersembunyi di balik semak-semak yang tadi sudah di maksud oleh Adis.***“Dis, lagian, kamu kenapa sih pakai ngikutin Komandan segala?“ tanya Melinda.Adis diam, ia tidak menjawab kali ini.Ia kemudian menggaruk pipinya yang tidak gatal.“Emang ada yang salah?“ tanya Adis tanpa ragu kali ini. Ia menatap Melinda seperti tidak terjadi apa-apa.Melinda menepuk jidatnya. “Yang ada kamu disangka penguntit tau,” jelasnya.“Atau jangan-jangan kamu ini sebenarnya fans dari Komandan Rakabumi yang lagi menyamar ya?“ ucap Melinda.Ucapan Melinda membuat Adis hampir ingin memunta
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.