“Nggak mungkin… nggak mungkin aku ditugaskan di satu tempat sama Mas Raka?” gumam Adis di sela-sela langkahnya. “Lagian kepala rumah sakit juga kenapa nggak ngasih tahu sih kalau aku harus ditugaskan disini, kalau tahu aku pasti milih buat penugasan luar kota saja,” Adis menghembuskan napasnya kasar, berharap ini semua hanyalah mimpi semata. Ingatannya kembali terputar, Adis seperti tidak asing dengan tempat ini, dahulu mantan suaminya pernah menunjukan tempat ini, mungkin hanya sekali saat itu. Ia terus memicingkan matanya ketika memasuki lebih dalam kawasan militer tersebut, bau asap rokok, kopi juga tumpukan-tumpukan surat penugasan. Hingga tiba di satu pintu, ia kemudian menghembuskan napas, Adis melangkah masuk. Lelaki yang sedari tadi sedang menjelaskan sesuatu, seakan menatapnya dengan pandangan tidak senang, dia Rakabumi Pramana. “Mas…” sapa Adis lirih. Ia sekarang sudah berdiri di samping Raka, namun bukannya menyambut hangat, lelaki itu justru turun dari podium, seak
Last Updated : 2025-12-16 Read more