Lampu taman restoran menyala temaram, berpendar keemasan di antara deretan pohon palem yang bergoyang pelan diterpa angin laut. Suara ombak samar-samar terdengar dari kejauhan, bercampur denting gelas dan tawa pelan para tamu elit yang duduk di meja-meja marmer putih.Rayhan berdiri tenang.Langkah sepatu hak tinggi terdengar mendekat—teratur, mantap, penuh kendali.Alicia melangkah keluar dari pintu restoran dengan anggun.Gaun malam hitamnya memeluk tubuhnya dengan sempurna, kainnya berkilau lembut setiap kali tersentuh cahaya lampu taman. Rambut panjangnya tergerai rapi di bahu, bergerak halus tertiup angin asin dari laut. Wangi parfumnya—mahal, lembut, elegan... terbawa udara, menyusup tipis ke indra penciuman siapa pun yang berdiri cukup dekat.Aura wanita itu saja sudah cukup membuat pria manapun menoleh ke arahnya.Ketika ia berhenti di samping Rayhan, tangannya secara natural menyentuh lengan pria itu—ringan, tapi jelas menunjukkan kedekatan.“Maaf menunggu lama,” ucapnya lembu
Baca selengkapnya